Belasan Tahun Hilang Tanpa Jejak, Boeing 727 Milik ASL Ditemukan di Gurun Sahara?

Sumber: dailystar.co.uk

Selain serangan 11 September 2001 yang dilakukan oleh kelompok militan Islam, Al-Qaeda dengan cara menabrakan dua pesawat penumpang yang dioperatori oleh American Airlines dan United Airlines, ternyata jagad dirgantara global juga masih memiliki serangkaian kejadian di luar nalar manusia yang hingga kini masih menyisakan misteri. Salah satu misteri yang hingga kini masih belum terungkap adalah tragedi ‘pencurian’ pesawat Boeing 727-223 oleh milik perusahaan asal Miami, Aerospace Sales & Leasing (ASL).

Baca Juga: 11 Kasus Misterius Dalam Dunia Penerbangan

Mundur jauh ke tahun 2003, tepatnya pada tanggal 25 Mei, dua orang yang diidentifikasi memiliki lisensi menerbangkan pesawat tersebut masuk ke ruang kokpit pesawat yang kala itu tengah terparkir di Quatro de Fevereiro Airport, Angola sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Dua pria ini bukanlah pilot yang hendak melakukan penerbangan berjadwal – melainkan Ben C. Padilla, seorang engineer asal Amerika dan John M. Mutantu, seorang mekanik berkebangsaan Kongo.

Entah apa yang melatarbelakangi kedua orang ini untuk masuk ke dalam ruang kokpit, namun satu yang pasti, mereka mulai menghidupkan mesin pesawat dan mulai mengarahkannya menuju landas pacu. Kendati sudah dilarang oleh petugas menara kontrol, namun Ben dan John tidak mengindahkan larangan tersebut dan mereka tetap mengudara menuju senja.

Adapun pesawat tersebut tidak berisikan penumpang sama sekali – bahkan bangku-bangkunya saja tidak ada. Pihak Aerospace Sales & Leasing telah mengganti bangku penumpang di dalam pesawat tersebut dengan tangki bahan bakar dan menurut perusahaan, Boeing 727-223 itu hendak dijadikan pesawat tanker.

Setelah mengudara meninggalkan Quatro de Fevereiro Airport, pesawat tersebut hilang begitu saja. Beragam investigasi yang dilakukan oleh CIA, dan otoritas Amerika lainnya tidak bisa secara sahih menyimpulkan kemana pesawat tersebut pergi – mengingat tidak ada jejak yang ditinggalkan.

Puing Pesawat Berhantu di Gurun Sahara. Sumber: dailystar.co.uk

Namun pada November 2009, sebuah temuan mengejutkan kembali mencuatkan kasus Ben dan John ke permukaan, setelah sebuah penampakan pesawat ‘berhantu’ tampak terdampar di Gurun Sahara dalam kondisi yang sudah tidak layak digunakan. Hancur dan sebagaian tubuh pesawat ini berada dalam kondisi gosong membuat sejumlah ahli berasumsi bahwa ini merupakan pesawat yang dibawa kabur oleh Ben dan John pada tahun 2003 silam.

Baca Juga: Pendapat Pakar: Kapten MH370 Telah Kurangi Tekanan Kabin Sebelum Jatuhkan Pesawat di Samudera Hindia

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman dailystar.co.uk (22/7), belum ada pihak yang bisa menjelaskan secara rinci terkait keberadaan kapal berhantu di Gurun Sahara ini. Ada beberapa pihak yang mengaitkan penemuan pesawat ini dengan kasus penyelundupan kokain besar-besaran yang tejadi antara Kolombia, Afrika Barat dan Eropa.

Namun terkait kebenaran data dari pesawat berhantu tersebut, masih belum ada pihak yang mampu mengungkapnya secara merinci.