Berharap Jadi Poros Maritim Dunia, Indonesia Terapkan Berbagai Strategi Salah Satunya Tol Laut

0
(istimewa)

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah. Bahkan kekayaan laut dengan beragam biota sehingga menampilkan pemandangan yang cukup diminati oleh para pelancong internasional.

Baca juga: Sistem Monitoring Jadi Hambatan Terbesar Implementasi Tol Laut

Hal ini bahkan diperlengkap karena berada di antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia sebagai langkah yang tepat.

Sebab bisa dikatakan, sektor maritim di Indonesia cukup lama tak digarap dengan serius dan maksimal. Sehingga belum benar-benar membantu Indonesia baik dalam industri pariwisata atau pangan yang dihasilkan dari laut.

Karena Jokowi ingin Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia, berbagai strategi digunakan untuk hal ini baik untuk menjaga keamanan maupun kemajuan pengembangan industri kelautan. Untuk keamanan diperlukan pembangunan sistem sensor dasar laut menggunakan eknologi coastal acoustic tomography (CAT) dengan konsep operasi seabed sonar atau sonar tanam.

Hal ini penting karena beberapa perairan Indonesia sangat rawan terhadap perlintasan kapal selam asing. Sedangkan untuk kemajuan maritim nasional, adanya pembanguan jalur pelayaran tol laut.

Tol laut sendiri merupakan jalur pelayaran yang bebas hambatan dengan menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia. Sayangnya pembangunannya tak mudah terealisasi karena banyak kendala yang mana salah satunya adalah anggaran pengembangan atau pertahanan laut yang tak lebih dari satu persen.

Tak hanya itu, banyak juga pelabuhan di Indonesia yang belum siap atau belum memungkinkan untuk menjadi rute tol laut. Meski begitu beberapa pelabuhan besar sudah siap untuk menjadi sandaran tol laut Indonesia.

Salah satu rute tol laut yang sudah mulai berjalan adalah dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta menuju ke Pelabuhan Panjang di Lampung. Rute tol laut yang satu ini sudah beroperasi sejak 22 Juni 2016 lalu.

Baca juga: Rute Tol laut Tanjung Priok-Panjang, Akankah Berdampak Pada Lintasan Merak-Bakauheni?

Tol laut ini juga menarik perhatian masyarakat dan disambut dengan baik. tol laut juga nantinya diharapkan membantu pengiriman barang dari satu pulau ke pulau lainnya, sehingga tidak terjadi kelangkaan bahan-bahan pokok baik itu sembako, BBM hingga semen. Nantinya, dengan adanya tol laut ini diharapkan, harga barang bisa lebih murah dari pengiriman menggunakan moda transportasi lainnya.

Leave a Reply