Beroperasi di 2023, NEC Kembangkan Drone Berpenumpang

0
Sumber: engadget.com

Tidak cukup puas dengan titelnya sebagai penguasa industri mobil di banyak pasar, Jepang baru-baru ini mengutarakan bahwa mereka sangat ingin merajai industri drone penumpang. Salah satu penyedia layanan dan produk teknologi informasi multinasional yang berpusat di Minato, Tokyo, NEC Corp diketahui baru saja melakukan demo terhadap quadcopter yang berisikan ‘penumpang’ pada Senin (5/8) kemarin.

Baca Juga: DJI Kembangkan Teknologi Geofencing Lanjutan untuk Keamanan Navigasi Drone

Dalam uji coba tersebut, drone bertenaga baterai ini tidak berisikan penumpang sama sekali dan mampu mengudara setinggi 10 kaki dari tanah selama beberapa saat saja. Menurut perusahaan, mereka merupakan pioneer yang menguji coba kendaraan semacam drone ini di tanah Jepang. Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman engadget.com (6/8), mitra dari NEC Corp., Cartivator baru akan memulai produksi massal drone ini pada tahun 2026 mendatang.

“Jepang merupakan negara dengan penduduk yang cukup padat, dan hadirnya moda semacam ini akan meringankan beban lalu lintas darat yang kian padat,” tutur Kouji Okada, project leads di NEC.

“Kami memposisikan diri sebagai enabler untuk mobilitas udara, menyediakan data lokasi dan membangun infrastruktur komunikasi untuk mobil terbang,” tandasnya.

Jika tidak meleset, drone semacam ini akan mulai dioperasikan pada tahun 2023 mendatang – atau mungkin saja lebih. Pemerintah setempat berharap, kendaraan futuristik semacam ini mampu menjadi tulang punggung transportasi di masa yang akan datang. Agaknya terlalu muluk-muluk untuk membicarakan moda semacam ini di waktu sekarang, mengingat ada serangkaian prosedur yang harus ditempuh oleh perusahaan sebelum bisa menerbangkannya.

Adapun dimensi dari drone milik NEC Corp. ini 3,9 meter panjang, 3,7 meter lebar, dan 1,3 meter tinggi. Dengan berat mencapai 150kg, salah satu fokus perusahaan dalam mengembangkan moda ini adalah penggunaan baterai yang efisien. Dimana baterai yang digunakan harus bisa tahan lama dan melakukan mobilisasi secara rapid.

Baca Juga: Inggris Berdayakan Drone Untuk Pantau Para Pelanggar dan Inspeksi Jalur Kereta

Sebagaimana yang sudah diketahui sebelumnya, di luar sana ada banyak perusahaan yang tengah mengembangkan moda serupa – mulai dari Volvo, Uber, hingga Boeing dan Airbus sekalipun. Mereka semua tengah berjibaku untuk mengembangkan moda andalannya masing-masing. Hal ini lantaran kondisi jalanan yang sudah semakin tidak kondusif untuk dilalui oleh masyarakat.

Volume kendaraan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu tidak sebanding dengan kualitas infrastruktur yang tidak seimbang.

 

Leave a Reply