Bisa Dilipat Seperti Origami, Kayak CLR Tak Makan Tempat

0
Kayak CLR Origami (newatlas.com)

Kayak merupakan perahu dayung yang biasanya digunakan satu orang atau pun dua orang. Ini adalah perahu yang menggunakan tenaga manusia sebagai penggeraknya dengan menggunakan dayung kepala tunggal atau ganda. Biasanya bentuk kayak ini bagian depan dan belakang tertutup sehingga menyisakan lubang untuk satu awak atau di desain khusus untuk dua orang.

Baca juga: Day Limo, Perahu Amfibi Keluaran Iguana Yacht, Oke di Darat dan Lautan

Kayak dibuat dari kayu dengan penutup berupa kulit hewan. Ketika seseorang akan membawa kayak milik pribadi harus diangkut dengan kendaraan baik di letakkan di atas mobil atau kendaraan terbuka. Namun bagaimana bila kayak ini bisa di lipat sehingga tidak perlu tempat luas untuk membawanya ke tepian pantai atau sungai?

KabarPenumpang.com melansir dari laman newatlas.com (9/9/2020), di Jerman ada sebuah kayak yang bisa dikatakan sebagai “Kayak Origami” dan hanya seberat enam kilogram serta dapat dilipat dan tidak memakan waktu banyak atau hanya beberapa menit dalam merakitnya. Kayak origami ini adalah desain Daniel Schult yang bisa dilipat dan dibawa seperti tas punggung.

Kayak CLR menurut Daniel, memiliki bobot lebih ringan, bisa dilipat lebih kecil dan dipasang lebih cepat dibandingkan kayak buatan pabrikan Amerika yakni Oru. Daniel mengatakan, bahwa kayak yang didesain tersebut siap dalam satu hingga dua menit tergantung berapa kali pengguna telah melakukan proses sebelumnya.

Dalam konfigurasi siap dayung, CLR berukuran panjang 340 cm dengan lebar 65 cm, dan dapat membawa beban hingga 118 kg. Pengguna duduk di kursi busa terintegrasi dengan sandaran. Setelah dilipat, kayak berukuran 70x50x6 cm, dan dapat dibawa menggunakan satu set tali pengikat yang disertakan.

Semuanya berbobot enam kilogram yang diklaim dan sebaliknya, kapal Oru yang paling ringan memiliki berat sembilan kilogram meskipun mungkin saja kapal itu juga lebih kuat. Kayak CLR saat ini menjadi subjek kampanye Kickstarter. Harga untuk kayak CLR sekitar €529 atau Rp9,3 juta.

Jika Anda menyukai ide kayak plastik lipat, Anda mungkin juga ingin melihat perahu Hypar dan Tucktec yang berhasil didanai oleh crowdfunding. Untuk diketahui, kayak sendiri semula banyak digunakan oleh suku Ainu, Inuit, Aleut dan Eskimo untuk berburu, memancing dan alat transportasi.

Hewan buruan yang biasanya mereka dapatkan dengan mengayuh kayak antara lain adalah karibu, anjing laut, paus, dan mamalia laut lainnya. Kayak menjadi alat perburuan yang tepat karena berukuran kecil, lincah, mudah dikendalikan, dan cepat. Selain itu, kayak kuno juga berfungsi sebagai pengintai yang dapat digunakan untuk menyelinap di sekitar binatang yang berada di dalam air atau pun di garis pantai.

Suku-suku tersebut saat ini sudah jarang menggunakan kayak untuk berburu, mereka umumnya telah beralih ke perahu motor. Namun demikian, kayak telah menjadi bagian penting dari sejarah dan peradaban mereka.

Baca juga: Perahu Getek, Riwayatmu Kini

Sekarang ini, kayak telah digunakan secara luas oleh masyarakat dan material yang digunakan pun semakin beragam disesuaikan dengan kegunaannya yang semakin bervariasi. Masyarakat modern menggunakan kayak untuk banyak keperluan, termasuk berolahraga dan kendaraan militer.

Leave a Reply