Boeing 727 Bekas Japan Airlines Ingin Disulap Jadi Kantor ‘Terbang’

0
Boeing 727 Japan Airlines pada Desember 1967. Foto: Jon Proctor via Wikimedia Commons

Seorang pengusaha di Bristol, Inggris, Johnny Palmer, berencana mengubah Boeing 727 bekas Japan Airlines menjadi kantor. Bukan sekedar kantor, ia akan menjadi kantor ‘terbang’. Sebelumnya, pesawat trijet itu dibiarkan mangkrak di Bandara Cotswold, Gloucestershire, sebelah Barat London, Inggris.

Baca juga: Dengan Kocek Kurang dari Rp500 Juta, Nenek 78 Tahun Sulap Boeing 727 Jadi ‘Little Trump’

Sebagai informasi, bandara ini memang kondang dikenal sebagai ‘kuburan’ pesawat di Eropa. Memang tak sebesar ‘kuburan’ pesawat di Gurun Mojave, Amerika Serikat (AS), tetapi, setiap tahunnya bandara tersebut menjadi ajang bongkar-membongkar sekitar 50-60 pesawat purna tugas menjadi kepingan-kepingan kecil untuk didaur ulang. Daur ulang pesawat memang tengah tumbuh subur di Eropa dalam beberapa dekade terakhir.

Kembali ke soal kantor ‘terbang’, pesawat itu nantinya akan dimodifikasi dan digabungkan dengan kontainer untuk membentuk kantor dengan konsep shipping cointainer architecture atau bangunan yang menggunakan kotak bekas kontainer atau kargo sebagai material utamanya. Paduan Boeing 727 bekas dengan kontainer pun dilengkapi dengan mural atau lukisan awal sebagai latar belakang dan membuatnya tampak terlihat terbang.

Mural dengan efek 3D. Mural seperti inilah yang nantinya akan membuat kantor yang dibuat dari kontainer dan pesawat tampak seperti terbang. Foto: @charlesarthur

“Ide itu datang kepada saya dua tahun (2018) lalu ketika seorang teman saya mengatakan bahwa dia telah melakukan syuting film di sebuah pesawat di Kemble (Bandara Cotswold). Saya pergi ke lapangan terbang itu untuk melihat semua pesawat tua ini dan menyadari bahwa itu mungkin (bisa) dibeli satu,” jelas Johnny Palmer, seperti dikutip dari Simple Flying.

“Sungguh keren bahwa Dewan Kota Bristol bersedia memberi lampu hijau untuk proyek yang menarik ini. Menurut saya dewan di kota besar lain tidak akan melakukannya,” tambahnya.

Disebutkan, tak semua bagian pesawat dipertahankan. Sayap dan mesin dibuang dan sisanya dipadupadankan dengan kontainer dan equipment lainnya. Nantinya, bangunan baru dari perpaduan itu akan dijadikan beragam fungsi, seperti kantor, tempat makan malam private, kantor, hingga event space atau ruang serbaguna untuk berbagai kegiatan.

Bila tak ada aral melintang, proyek menyulap pesawat mangkrak menjadi venue keren multifungsi itu selesai dikerjakan pada Maret 2021 mendatang.

Boeing 727 yang ingin disulap menjadi kantor ‘terbang’ tersebut diketahui pertama kali dikirim ke JAL (Japan Airlines) pada bulan Desember 1967. Menurut JetPhotos.com, pesawat tersebut awalnya terdaftar sebagai JA8325. Pesawat Boeing 727-100 ini memiliki panjang 133 kaki (40,5 m) dan biasanya memuat sekitar 106 penumpang dalam dua kelas. Jet khusus ini kemungkinan dioperasikan pada layanan domestik. Namun, ada kemungkinan Boeing 727 juga dioperasikan pada layanan internasional jarak dekat atau regional.

Baca juga: VACA Limousines – Hasil ‘Kawin Silang’ Boeing 727 dengan Bus Mercedes-Benz, Dijual Rp14,7 Miliar!

Setelah terbang untuk maskapai nasional Jepang, pesawat tersebut diregistrasi ulang pada September 1975 di Jerman sebagai D-AHLQ. Pesawat dioperasikan oleh perusahaan pelayaran dan transportasi internasional, Hapag Lloyd, hingga Mei 1981.

Lepas itu, silih berganti, pesawat dioperasikan oleh berbagai maskapai dunia, dengan nomor registrasi N4245S, VR-CBE, VR-CLM, VR-CMN, dan terakhir, VP-CMN.