Boeing 737 Generasi Pertama vs Seri Klasik, Apa Perbedaannya?

0
Maskapai asal Kanada, Nolinor jadi salah satu maskapai di dunia yang masih mengoperasikan Boeing 737-200. Salah satu alasan utamanya ialah kemampuan lepas landasnya. Foto: Nolinor

Sukar dipungkiri bahwa penerbangan domestik dan internasional di seluruh dunia umumnya menggunakan pesawat narrow body. Jawaranya, siapa lagi kalau bukan Boeing 737. Selain tanpa pesaing, kehadiran Boeing 737 -yang notabene merupakan pengembangan versi murah dari Boeing 707 dan Boeing 727- dengan kapasitas dan jarak yang lebih rendah, dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan maskapai.

Baca juga: Tarung Keluarga Boeing 737 vs Keluarga Airbus A320, Siapa yang Akan Menang?

Boeing pertama kali masuk ke layanan pada 28 Desember 1967. Kala itu, generasi pertama 737-100 tersebut dioperasikan Lufthansa, disusul oleh United Airlines pada keesokan harinya menggunakan seri yang lebih panjang, 737-200. Adapun seri klasik 737-300 dan -400 pertama kali terbang mulai Februari 1984, diikuti seri klasik berikutnya Boeing 737-500.

Ditelisik dari jumlah penjualan, tentu Boeing 737 generasi pertama jauh lebih unggul. Sebab, saat itu, belum ada pesaing yang sepadan. Adapun seri klasik mulai mendapat tantangan berat dari Airbus yang lahir beberapa tahun selang seri klasik 737-300 dan -400 lahir. Namun, bila dilihat dari berbagai sudut, antara keduanya mempunyai keunggulan masing-masing. Dilansir dari Simple Flying, berikut perbedaan generasi pertama Boeing 737 dengan seri klasik.

1. Dimensi

Bentang sayap antar keduanya sedikit berbeda. Generasi pertama memiliki panjang sayap 28,34 meter, sedikit lebih pendek dibandingkan dengan seri klasik dengan 28,93 meter. Seri klasik, yang lahir belakangan juga memiliki panjang di atas generasi pertama. Varian Boeing 737 -200 yang notabene memiliki panjang 30,53 meter, lebih panjang dari varian -100, masih berada di bawah -500 yang menjadi varian terpendek dengan 31 meter lebih.

2. Kapasitas

Muatan penumpang masih dimenangkan oleh seri klasik. Lagi-lagi, karena lahir lebih akhir ketimbang generasi pertama 737, tentu banyak pengembangan dan penyesuaian kebutuhan penerbangan yang kian lama kian berkembang.

Seri klasik, Boeing 737-500, -300, dan -400 masing-masing berkapasitas 132, 149, dan 168, atau 35 persen lebih banyak muatan ketimbang generasi pertama yang hanya mengangkut rata-rata 124 penumpang dengan konfigurasi full ekonomi.

Baca juga: Masih Bingung Bedakan Boeing 737 dan Airbus A320? Simak Ini

3. Performa

Sama seperti dimensi dan kapasitas, seri klasik juga jauh lebih unggul dari segi performa. Generasi pertama Boeing 737 menggunakan mesin Pratt & Whitney JT8D dan JT8D-7, dengan jangkauan terbang mencapai 2.778 kilometer dan 2.222 kilometer untuk varian -200.

Sedangkan seri klasik, seluruhnya memiliki peningkatan mesin sekitar 47 persen dibanding generasi pertama, dengan yang terendah dari varian -500 mencapai 2.592 kilometer.

Dari berbagai penjelasan di atas, jelas seri klasik jauh lebih unggul. Namun, dengan berbagai peningkatan, seri klasik tak memiliki kemampuan mendarat di landasan pacu tak beraspal, sebagaimana Boeing 737 generasi pertama.

Leave a Reply