Bom di Kereta Bawah Tanah, Lumpuhkan Transportasi Metro di St. Petersburg

0
Sumber: russlandjournal.de

Rusia menjadi sorotan publik dunia saat ini setelah sebuah bom meledak di salah satu gerbong kereta bawah tanahnya. Bom yang meledak di St. Petersburg Metro ini menelan 11 korban jiwa dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat terkena serpihan ledakan yang berisi gotri. Luka mendalam dirasakan oleh pihak keluarga yang ditinggalkan oleh para korban. Begitu juga dengan pemerintah setempat yang mengalami kerugian karena salah satu moda transportasinya perlu diperbaiki.

Sumber: tribunnews.com
Sumber: tribunnews.com

Bom yang meledak pada Senin (3/4/2017) waktu setempat tentu saja membuat transportasi di kota St. Petersburg, terutama kereta bawah tanahnya, mengalami kelumpuhan sementara. Ini merupakan dampak yang harus dihadapi oleh masyarakat pengguna jasa layanan Metro, kereta bawah tanah di sana. Kepentingan masyarakat jadi tersisihkan akibat kejadian yang diusung-usung sebagai aksi teror ini. Sebagai salah satu sarana transportasi yang amat berpengaruh di Rusia, tentu saja ada banyak masyarakat yang merasa dirugikan dengan adanya tragedi ini.

Sebagai kota terbesar kedua di negeri beruang merah ini, St. Petersburg seolah menaruh tumpuan besar pada Metro, moda transportasi darat berupa kereta bawah tanah. St. Petersburg Metro yang mulai beroperasi pada 15 November 1955 ini melayani 6 rute perjalanan yang menghubungkan titik-titik penting di Rusia, baik itu pusat bisnis, pendidikan, hingga pusat perbelanjaan. Seolah menjadi nadi dari transportasi di St. Petersburg, Metro terus mengalami perubahan demi memberikan pelayanan maksimal pada para penumpangnya.

Dengan populasi kota St. Petersburg yang mencapai 7.500.000 jiwa, Metro dapat mengangkut penumpangnya hingga 2 juta penumpang setiap harinya, dan membawanya ke peringkat 19 sistem metro tersibuk di dunia. Dengan fakta ini, dapat Anda bayangkan berapa jumlah orang yang terhambat aktifitasnya akibat teror bom yang terjadi kemarin. Ditambah lagi dengan ditutupnya semua stasiun yang dilintasi oleh St. Petersburg Metro, ini tentu akan membuat keadaan di sana semakin kacau. Dengan adanya pemberlakuan penutupan sementara semua stasiun Metro di St. Petersburg akibat tragedi bom tersebut, seakan membekukan aktifitas masyarakat di sana yang biasa mengandalkan Metro.

Sumber: wikimedia.org
Sumber: wikimedia.org

Lokasi peledakan berada diantara stasiun Tekhnologichesky Institute dan Sennaya Ploschad . Menurut kabar yang dilansir dari detik.com, ketika sang masinis mendengar ledakan, ia tidak langsung memberhentikan keretanya, namun tetap berjalan menuju stasiun selanjutnya, yaitu Sennaya Ploschad. Gambar yang Anda lihat di media sosial dimana  ada sebuah kereta berwarna biru dengan pintu yang rusah, serta ada beberapa jenazah, diambil dari stasiun Sennaya Ploschad.

Sumber: wikimedia.org
Sumber: wikimedia.org

Stasiun Sennaya Ploschad berada di jalur yang menghubungkan Moskovsko dengan Petrogradskaya. Stasiun yang mulai beroperasi pada 1 Juli 1963 ini pernah melenyapkan nyawa 7 orang ketika kanopi yang berbahan dasar beton runtuh pada tahun 1999. Nama Sennaya sendiri diambil dari lokasi dimana stasiun itu berada, yaitu Sennaya Square. Pada era 1963 hingga 1991, daerah tersebut lebih akrab disapa dengan sebutan Peace Square.

Leave a Reply