Brigita Jagelaviciute, Mantan Pramugari Emirates yang Mengaku Jenuh Pada Rutinitas

0
Brigita Jagelaviciute mantan pramugari Emirates (dailymail.co.uk)

Bagi beberapa orang, bekerja sebagai pramugari sangatlah menyenangkan dan mungkin terlihat glamor di mata orang lain. Namun, nyatanya tidak semua pramugari merasakan hal tersebut meski sudah berkeliling dunia setelah bekerja di sebuah maskapai ternama.

Baca juga: Pramugari Emirates Bocorkan Rahasia Make Up yang Tahan Lama

Nyatanya beberapa diantara pramugari tersebut mungkin ada yang jenuh atau bosan dengan perkerjaan mereka, serta lelah dengan segala aturan yang ada. Kabarpenumpang.com melansir laman thesun.co.uk (25/1/2020), salah satu pramugari yang merasa pekerjaannya membosankan yakni Brigita Jagelaviciute.

Brigita merupakan mantan pramugari Emirates yang berasal dari Lithuania, namun saat ini tinggal di Dubai. Dia kemudian mengejutkan para pengikutnya dengan video yang tersebar di YouTube tentang kejujuran di mana dirinya mengklaim peran glamornya adalah robot dan memilih keluar dari pekerjaannya sebagai pramugari Emirates.

Brigita mengatakan, bahwa seorang temannya yang selama tiga tahun bekerja untuk maskapai ingin mengambil cuti tahunan ternyata di tolak padahal untuk menikah dan menjaga keluarganya yang sakit.

“Salah satu kekhawatiran utama saya tentang pekerjaan ini adalah bahwa itu tidak terlalu merangsang. Bagi saya, saya selalu merasa bahwa saya adalah tipe orang yang membutuhkan dorongan dan ingin mencapai sesuatu,” ujarnya dalam video tersebut.

Brigita sendiri ternyata sudah melakukan perjalanan ke-70 negara yang berbeda. Dia mengaku awal sebagai pramugari adalah menjalani mimipinya. Namun dia mengatakan, tahun-tahun pekerjaannya berlalu begitu saja karena dirinya selalu pulih dari jetlag.

“Saya sangat menyukai pekerjaan ini selama beberapa tahun pertama. Saya benar-benar seperti yang mungkin Anda duga, pramugari yang luar biasa. Itu benar-benar seperti mimpi. Kamu bangun di hotel mewah dan pergi untuk penerbangan dan kemudian pergi lagi ke Seychelles, New York,” jelasnya.

Brigita mengaku, meski terlihat menarik dan glamor, pekerjaan sebagai pramugari sangat mudah kehilangan waktu, uang dan energi karena selalu terbang. Dia juga mengklaim tidak fleksibilitas dalam peran itu dan mengatakan, orang-orang berjuang untuk meminta cuti tahunan saat acara penting dalam kehidupan.

“Saya belum mengalaminya secara pribadi, tetapi saya pernah mendengar kisah orang yang ingin menikah dan tidak bisa pergi. Beberapa memiliki anggota keluarga yang sakit dan mereka ingin pulang tetapi tidak bisa,” kata Brigita.

Video tersebut sudah ditonton lebih dari 65 ribu orang dan banyak yang memuji dia atas kejujurannya itu.

“Terima kasih telah berbagi pengalaman Anda, kisah saya sebagai awak kabin sangat mirip dengan Anda,” tulis seorang penonton di kolom komentar.

Meski ada yang memuji, tapi tak sedikit juga yang mencela serta mengecam karena kejujuran Brigitta.

Baca juga: Dibalik Keanggunan, Ternyata 15 Pramugari Emirates Tergabung ke Dalam Tim Rugby

“Tidak ada kebencian yang dimaksudkan sama sekali, tetapi saya merasa sedikit sia-sia ketika pramugari dari Emirates di video mereka mengeluh tentang bagaimana pekerjaan ini berulang dan monoton. Berapa banyak pekerjaan yang memungkinkanmu melakukan perjalanan keliling dunia, tinggal di hotel bintang lima dan gaji juga dibayarkan dengan layak,” kata penonton video lainnya.

“Anda seorang pramugari … berhenti mengeluh tentang pengulangan … ,” komentar yang lainnya.

Leave a Reply