“Bring Your Own Device,” Solusi Hemat Biaya Gantikan Layar Hiburan di Seat Back

Sumber: Geek.com

Hidup di era yang sudah serba modern seperti dewasa ini memang tidaklah se-purba dulu, dimana kemudahan demi kemudahan sudah dapat ditemui hanya melalui gadget pribadi Anda saja. Sebut saja untuk membeli makanan, mengirim paket, membeli tiket pesawat hingga yang paling mendasar adalah menonton sejumlah video atau film sekalipun kini sudah dapat Anda lakukan melalui ponsel Anda. Ya, kemudahan seperti yang sudah dijabarkan di atas ternyata tidak melulu memberikan dampak positif terhadap penggunanya – dan ternyata ada sebagian golongan yang merasakan dampak tidak-terlalu-baik dari hadirnya gadget maha canggih ini.

Baca Juga: Kamera In-Flight Entertainment, Berbahayakah atau Malah Menguntungkan?

Di sektor aviasi global, dikenal dengan yang namanya Bring Your Own Device (BYOD) entertainment streaming, dimana ini merupakan sebuah layanan yang diharapkan dapat meningkatkan pengalaman penumpang ketika mengudara bersama sebuahh maskapai. Tidak dapat dipungkiri, layanan ini dapat Anda temui tidak hanya di maskapai full service saja, melainkan sejumlah maskapai ultra-low-cost pun sudah mulai menerapkan sistem hiburan terhadap penumpang ini.

Nah, sebagai informasi tambahan, maskapai yang berbasis di Abu Dhabi, Etihad baru saja mendaftarkan namanya sebagai salah satu maskapai yang akan menawarkan sistem hiburan streaming BYOD ini kepada penumpangnya secara cuma-cuma. Etihad merupakan bagian dari kelompok maskapai yang akan lebih menonjolkan sistem hiburan BYOD ini ketimbang layar hiburan yang terpasang di bagian belakang bangku penumpang – dan sistem hiburan BYOD ini merupakan satu-satunya pilihan hiburan yang ditawarkan oleh pihak maskapai.

Alasan dari Etihad untuk menerapkan sistem hiburan BYOD di sejumlah armada mereka sebenarnya cukup sederhana – karena berat layar yang berada di belakang bangku penumpang terbilang hanya akan menambahkan bobot dari pesawat saja ketika tengah mengudara, dimana hal ini akan berimplikasi pada bertambahnya bahan bakar yang perlu dibawa.

Salah satu juru bicara dari Etihad juga mengatakan bahwa bisnis In-Flight Entertainment (IFE) bukanlah bisnis yang murah, dan dengan sistem hiburan BYOD merupakan salah satu cara yang dapat digunakan maskapai untuk bisa menghemat pengeluaran, namun tetap bisa memberikan pelayanan maksimal terhadap penumpang.

Baca Juga: 2019: Mulai dari Virtual Reality Sampai Live Music Bakal Tampil di Kabin Garuda Indonesia

Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari laman paddleyourownkanoo.com (29/4/2019), tidak hanya Etihad saja yang mempraktikkan cara ini – pun dengan American Airlines yang mengaku dapat menghemat kocek pemeliharaan layar di belakang bangku penumpang tersebut.

Sistem hiburan BYOD ini ternyata merupakan implementasi dari maskapai yang melihat perilaku para penumpangnya ketika berada di dalam pesawat, dimana sebagian besar dari mereka lebih memilih untuk menggunakan gadget mereka untuk menonton atau menghibur mereka selama perjalanan – bukan menggunakan layar bangku belakang.