Buntut “Grounded Berjamaah,” Tiga Maskapai Cina Getok Boeing dengan Minta Kompensasi

0
Boeing 737 MAX milik China Southern Airlines. Sumber: flickr

Tiga maskapai penerbangan terbesar di Cina, yaitu Air China, China Southern Airlines dan China Eastern Airlines dikabarkan telah meminta produsen pesawat asal Amerika Serikat, Boeing untuk memberikan kompensasi terkait hilangnya pendapatan mereka akibat “grounded berjamaah” atas pesawat jenis 737 MAX dan dan penundaan pengiriman pesawat jenis yang sama.

Baca Juga: Duh! Tidak Ada Pesanan yang Masuk ke Boeing Sepanjang April 2019

Tidak tanggung-tanggung, Cina meminta kompensasi tiga kali lipat terhadap salah satu manufaktur pesawat terbesar di dunia ini. Tentu saja, tekanan Cina terhadap Boeing ini menjadi bumbu baru diantara situasi Perang Dagang yang terjadi antara Cina dan Amerika Serikat.

Belakangan, Perang Dagang ini juga diwarnai oleh serangkaian tarif impor khusus yang dilancarkan oleh kedua belah pihak. Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kenaikan tarif impor terbaru pemerintah Amerika atas impor Cina menyentuh angka US$200 miliar – dimana angka tersebut menimbulkan kekhawatiran kepada sebagian kalangan bahwa Cina dapat memberikan balasan yang setimpal atau bahkan lebih besar kepada perusahaan asal AS.

Mengutip dari laman Reuters, di antara ketiga maskapai tersebut, Air China dan China Southern Airlines merupakan dua maskapai yang mengikut jejak dari China Eastern Airlines Corp untuk menggugat Boeing dengan cara mengajukan kompensasi.

“China telah mengandangkan 96 pesawat, yang merupakan sekitar 4 persen dari total pesawatnya. Pengandangan itu menyebabkan kerugian besar terhadap maskapai China,” ujar salah satu pakar aviasi Cina, Li Xiaojin.

Ya, diketahui Cina merupakan negara pertama yang meng-grounded Boeing 737 MAX pasca dua kecelakaan maut yang menimpa Lion Air dan Ethiopian Airlines. Mungkin, pihak Cina menganggap jatuhnya dua pesawat Boeing 737 MAX merupakan momentum berharga yang dapat mereka jadikan ujung tombak untuk menyerang pihak AS dan memenangkan Perang Dagang untuk sebagian waktu.

Menurut perhitungan Li Xiaojin, kerugian harian yang diderita pihak maskapai akibat mengandangkan pesawat Boeing mencapai angka 100 ribu yuan atau sekitar US$14.470 per pesawat.

Baca Juga: Borong 300 Pesawat dari Airbus, Inikah Strategi Cina Menangkan Perang Dagang dengan AS?

Mengutip dari laman sumber lain, pihak Beijing menyebut jumlah pesawat 737 MAX yang dioperasikan oleh tiga maskapai penerbangan terbesar Tiongkok sebanyak 53 pesawat. Di luar Cina, maskapai lain yang meminta kompensasi kepada Boeing termasuk Turkish Airlines, United Airlines, Ryanair dan Flydubai.

 

Leave a Reply