Selfie Menantang Maut, Kiwirail Tutup Gerbong Tanpa Pintu

(10 Daily)

Mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan hasil foto yang bagus dan menakjubkan kerap kali dilakukan oleh banyak orang. Seperti berselfi sembari bergelantungan di pintu kereta yang tengah melintasi rel menuju satu tempat wisata.

Baca juga: Priiit..! Dilarang Selfie di Tempat-Tempat Berikut Ini

Merespon tren yang terbilang membahayakan nyawa tersebut, otoritas kereta api di Selandia Baru menerapkan aturan baru untuk kereta wisatanya. Pasalnya banyak penumpang yang berselfie ria dan mengabaikan keselamatan diri mereka.

Dilansir KabarPenumpang.com dari stuff.co.nz (17/4/2019), Selandia Baru berencana menutup gerbong kereta yang terbuka yakni Great Journeys of New Zealand dengan Kiwirail-nya. Kiwirail sendiri merupakan kereta yang digunakan pelancong untuk menikmati beberapa tempat indah di Selandia Baru.

Pada pengumuman yang dirilis pada April kemarin, pihak Kiwirail akan menghilangkan gerbong-gerbong terbuka karena beberapa pelancong nyaris celaka. Manajer umum grup Kiwirail, Katie McMahon mengatakan, pelancong berselfie dengan menantang bahaya karena pemandangan laut yang membentang ke cakrawala di timur dan pegunungan Kaikoura di langit barat yang cukup menakjubkan.

Penutupan gerbong-gerbong ini juga mempengaruhi kereta Northern Explorer dan TranzAlpine Kiwirail. Bahkan Katie mengatakan, fenomena selfie menantang maut ini sendiri ternyata bukanlah hal baru, pasalnya pada Oktober 2011 hingga November 2017 sudah 259 korban meningal karena selfie maut tersebut.

“Terlepas dari sejumlah tanda dan pengumuman di kereta kami yang menunjukkan bahaya ini, kami telah melihat penumpang mencondongkan diri dengan tongkat selfie, iPad dan tubuh mereka, mereka sering tidak menyadari adanya terowongan yang mendekat yang dapat menyebabkan insiden tragis bagi diri mereka sendiri, dan orang lain di kereta. ”
KiwiRail akan meninjau desain platform dan membuat peningkatan dan perubahan yang diperlukan untuk memastikan keselamatan penumpang,” kata Katie.

Dia mengatakan, pihaknya harus menghentikan orang dewasa dan anak-anak untuk bersandar di gerbong atau Kiwirail sebagai operator tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan aman.

“Kami berharap ada solusi di tempat segera yang akan memungkinkan kereta terbuka kembali dengan aman. Penumpang telah diberitahu tentang penutupan dan sementara beberapa KiwiRail mungkin kecewa tidak bisa mengambil risiko insiden keamanan yang serius,” katanya.

Great Journeys of New Zealand mengoperasikan empat rute kereta utama, yakni di Coastal Pacific yang membentang antara Christchurch ke Picton di South Island dan TranzAlpine yang melewati Canterbury Plains. KiwiRail berencana untuk mengubah gerbong agar lebih aman sambil tetap memberikan pemandangan indah ke penumpang.

Bukan hanya di Selandia Baru di mana selfie berisiko cedera atau kematian. Pemerintah memang harus mengambil tindakan untuk mencegah pengambilan foto yang berbahaya.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh All India Institute of Medical Sciences pada 2018, India memiliki jumlah kematian selfie tertinggi di dunia.

Baca juga: Rocky Mountaineer, Kereta Wisata yang Akan Bawa Anda Menempuh Perjalanan Romantis

Beberapa dari kematian itu mengakibatkan Kota Mumbai bikin ‘zona tanpa selfie’. Di Belanda, petani mengeluh bahwa selfie telah menginjak-injak tulip mereka yang berharga. Lalu, ada lagi yang selfie menghancurkan sebuah patung di museum Portugis ketika mencoba memanjatnya, akhirnya dia harus dipenjara.