Buntut ‘Pembajakan’ Pesawat Ryanair, AS Larang Penjualan Tiket ke Belarusia

0
Pesawat Ryanair dipaksa mendarat darurat dengan dikawal jet tempur Belarusia. Itu dilakukan demi menangkap seorang jurnalis oposisi di Bandara Minsk. Foto: Twitter breakingavnews

Departemen Perhubungan (DoT) Amerika Serikat (AS) mengeluarkan edaran berisi larangan penjualan tiket ke Belarusia. Ini menjadi klimaks dari ‘pembajakan’ pesawat Ryanair oleh pemerintah negara tersebut semata hanya ingin menangkap jurnalis oposisi, Roman Protasevich. Bila tak ada nota keberatan dari maskapai, AS resmi melarang penerbangan ke Belarusia dalam waktu dekat.

Baca juga: Mengenal Roman Protasevich, Jurnalis yang Jadi Alasan Pesawat Ryanair ‘Dibajak’ Belarusia

Selama ini, maskapai Negeri Paman Sam memang tidak punya penerbangan langsung ke Belarusia. Tetapi, maskapai asing yang memiliki basis di negara tersebut dan maskapai kargo AS punya. Karenanya, larangan tersebut dikeluarkan dan bukan hanya berlaku untuk penerbangan penumpang dan kargo melainkan penerbangan charter.

Kendati demikian, larangan terbang ke Belarusia yang dikeluarkan AS bisa batal selama itu menyangkut kepentingan nasional, kemanusiaan, dan keamanan nasional negara.

“Departemen mengusulkan bahwa kondisi tersebut akan berlaku segera setelah dikeluarkannya larangan ini. Kami memberikan kesempatan pada maskapai dua hari kerja dari tanggal larangan ini dikeluarkan untuk mengajukan keberatan atas keputusan sementara kami,” kata Dot dalam sebuah pernyataan yang dikutip Simple Flying.

“DoT untuk sementara memutuskan melarang penjualan transportasi udara penumpang, termasuk transportasi udara secara interline, antara Amerika Serikat dan Belarusia, kecuali untuk transportasi apa pun yang dianggap untuk kepentingan nasional Amerika Serikat, termasuk atas dasar kemanusiaan atau keamanan nasional,” bunyi lanjutan dalam pernyataan tersebut.

Larangan penerbangan dari AS ke Belarusia tentu yang paling ditunggu-tunggu. Sebab, dikala Uni Eropa dan negara-negara Skandinavia kompak melarang penerbangan ke negara tersebut tak lama setelah insiden ‘pembajakan’ terjadi, AS cenderung masih menunggu.

Ketika itu, Menteri Transportasi AS, Pete Buttigieg, bersama FAA masih mengkaji apakah maskapai-maskapai AS cukup aman untuk tetap melintasi negara tersebut.

Sejak hari pertama insiden pembajakan ilegal dan menyalahi Chicago Convention 1944 Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) oleh Pemerintah Belarusia, tercatat sudah ada beberapa maskapai yang resmi melarang pesawatnya terbang di langit negara sekutu Rusia itu, seperti Wizz Air, Scandinavian Airlines (SAS), airBaltic, dan LOT Polish Airlines.

Lufthansa, seluruh maskapai Britania Raya, dan Lituania juga mengeluarkan larangan terbang melintasi Belarusia, begitu laporan Aviation News.

Baca juga: Dikawal Jet Tempur, Pesawat Ryanair Dipaksa Mendarat Darurat Demi Tangkap Jurnalis

Setelah AS, Asia, Afrika, dan Australia masih dinanti kekompakannya menutup penerbangan ke Belarusia ataupun larangan melintasi negara tersebut. Tetapi memang, itu bukan hal mudah. Bila melarang dalam artian membatalkan seluruh penerbangan yang melintasi ruang udara tersebut, maka itu akan mudah.

Tetapi, bila melarang melintasi Belarusia dalam artian re-route atau mengatur ulang rute melintasi negara tetangga Belarusia, maka, ada proses administrasi yang harus dilakukan dan itu butuh waktu.