Bus Listrik di Singapura Meluncur Tahun Depan, Interiornya Mirip ‘Punya’ TransJakarta

Bus listrik di Singapura terbaru memiliki model yang hampir sama dengan bus di Indonesia. Sebab pintu depan bus tidak memiliki tiang tengah yang memungkinkan akses lebih mudah bagi orang tuaatau penyandang disabilitas dengan kursi roda.

Baca juga: Harapan untuk Transportasi Jakarta, Ada Bus Listrik dengan Teknologi Pantograf

Tak hanya itu, kapasitas penumpang yang diangkut pun akan berkurang dari 35 duduk dan 56 orang berdiri di bus biasa menjadi 28 duduk dan 52 penumpang berdiri dalam bus elektrik satu dek. Sedangkan bus elektrik dengan dek ganda mampu menampung 120 penumpang dan lebih sedikit bila dibandingkan dengan bus bahan bakar diesel yang mampu mengangkut 133 orang.

KabarPenumpang.com melansir laman todayonline.com (11/11/2019), akan ada 60 bus listrik yang akan mulai beroperasi secara progresif mulai awal tahun depan sebagai bagian dari perubahan menuju bus energi yang lebih bersih. Bahkan Otoritas Angkutan Darat (LTA) bertujuan untuk memiliki seluruh armadanya yang terdiri dari bus-bus tersebut pada tahun 2040.

Nantinya jika ke 60 bus digunakan, emisi karbon CO2 tahunan yang dikurangi dari bus akan setara dengan 1700 mobil penumpang. Sebab, pihak LTA mengatakan, bus listrik memiliki emisi karbon CO2 lebih rendah dari bus diesel biasa dan dapat memberi pengalaman perjalanan lebih tenang dan nyaman pada penumpangnya.

Dengan motor listrik, tingkat kebisingan yang dihasilkan bus listrik akan berkurang menjadi sekitar 75 desibel dan tiga desibel lebih rendah dari bus diesel saat ini. Armada bus listrik yang akan mulai meluncur berasal dari tiga pemasok dan menelan biaya hingga $50 juta.

Adapun pemasok bus yakni ST Engineering Land System yang akan menyediakan 20 bus satu dek dengan harga sekitar S$15 juta. BDY (Singapura) memasok 20 bus satu dek dengan harga S$17 juta. Untuk pemasok ketiga yakni Yutong-NARI Consortium yang merupakan konsorsium Cina yang akan memasok sepuluh bus satu dek dan sepuluh bus dek ganda dengan harga sekitar S$18 juta.

Pengisian baterai untuk bus milik BYD dan Yutong-NARI membutuhkan waktu sekitar dua hingga empat jam untuk terisi penuh dan memungkinkan untuk menempuh jarak sekitar 200-300 km. Sedangkan untuk spesifikasi bus ST Engineering belum dirilis.

Baca juga:  FlixBus Uji Coba Bus Listrik Terjauh di Amerika Serikat

Bus-bus listrik ini baru saja dipajang di Depot Bus Ulu Pandan. Tak hanya itu beberapa bus diesel yang dikonversi ke listrik pun juga dipajang di sana. Nantinya bus konversi yang sudah diuji coba ini tinggal menunggu hasil kelayakannya.