Rute ke Hong Kong Lesu, Garuda Indonesia Susutkan Frekuensi Penerbangan Jadi 2 Kali Seminggu!

Garuda Indonesia

Beberapa waktu yang lalu telah diberitakan bahwa tiga maskapai raksasa, Singapore Airlines, Qantas, dan Cathay Pacific mengaku bahwa kerusuhan yang terjadi di Hong Kong akibat RUU Ekstradisi telah membawa dampak buruk pada kas perusahaan. Singapore Airlines dan Qantas kompak bernada sama, menyebutkan bahwa permintaan mengudara menuju bagian dari Hong Kong mengalami penurunan – lain halnya dengan Cathay Pacific yang bisa dibilang paling nestapa diantara kedua maskapai tersebut, mengingat adanya penurunan 7,2 persen dari segi load factor dan 38 persen dari segi inbound passenger traffic di bandingkan tahun lalu di rentang waktu yang sama.

Baca Juga: Singapore Airlines, Cathay dan Qantas Mengaku Terdampak Kerusuhan di Hong Kong

Lalu apa kabar dengan Garuda Indonesia yang juga memiliki rute penerbangan menuju Hong Kong? Sebagaimana yang dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, salah satu BUMN kebanggaan Tanah Air ini dikabarkan telah melakukan penyesuaian frekuensi penerbangan menuju Hong Kong. Adalah rute Jakarta – Hong Kong yang frekuensi penerbangannya dipangkas dari 14 kali penerbangan dalam seminggu menjadi hanya dua kali saja. Pun halnya dengan rute Denpasar – Hong Kong, yang sebelumnya mengudara sebanyak tujuh kali dalam seminggu, menjadi dua penerbangan saja.

“Penyesuaian frekuensi penerbangan yang bersifat sementara ini merupakan langkah yang harus diambil perusahaan untuk mengoptimalisasikan rute Hong Kong dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan para pengguna jasa,” ujar Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia, M Ikhsan Rosan (18/11).

“Terkait penyesuaian frekuensi penerbangan tersebut, kami mengimbau para penumpang untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap kepastian jadwal penerbangan melalui layanan informasi contact center 24 jam Garuda Indonesia,” sambungnya.

Mengutip dari laman Kompas.com (18/11), adapun dua penerbangan dari Jakarta menuju Hong Kong dilayani Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 876 dan GA 873 – sedangkan dua penerbangan dari Denpasar dilayani dengan nomor penerbangan GA 856 dan GA 857.

Baca Juga: Diterjang Badai “RUU Ekstradisi,” Sampai Kapan Cathay Pacific dapat Bertahan?

Kendati tidak secara gamblang menyebutkan berapa nilai kerugian yang dialami oleh Garuda Indonesia layaknya Singapore Airlines, Qantas, dan Cathay Pacific, namun dengan adanya penyesuaian ini saja sudah menjadi bukti kuat bahwa flag carrier Indonesia ini juga terdampak kerusuhan akibat RUU Ekstradisi tersebut.