Setelah 55 Tahun, Boeing Akhirnya Lepaskan Gelar Sebagai Raja “Narrow Body”

Boeing 737 dan Airbus A320

Mungkin beberapa dari Anda masih ingat dengan salah satu predikat prestisius yang pernah disabet oleh salah satu varian pesawat narrow body milik Boeing – 737, yang didaulat sebagai pesawat terlaris sepanjang sejarah kedirgantaraan global. Namun apalah arti sebuah gelar jika tidak bisa mempertahankannya. Ya, tahun 2018 lalu, Boeing tersandung kasus Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) pada varian 737 MAX 8 yang menyebabkan semua ‘borok’ perusahaan di balik pengadaan moda ini seolah terbongkar satu per satu. Lalu, masihkah pabrikan pesawat asal Negeri Paman Sam ini bercokol di puncak kejayaannya?

Baca Juga: Boeing 737 Sabet Predikat Sebagai Pesawat Terlaris Sepanjang Sejarah Aviasi Global

Jawabannya tentu saja tidak. Ini merupakan anti-klimaks dari sejarah Boeing 737, dimana tidak hanya sekedar jatuh tersungkur saja akibat sistem anyar MCAS tersebut, melainkan juga nama Boeing kini seolah hilang pamor dan tidak lekang dari sesuatu yang berbau negatif. KabarPenumpang.com mengutip dari laman businessinsider.sg (18/11), Boeing sudah lebih dari 55 tahun menyandang predikat sebagai produsen pesawat narrow body paling laris di dunia.

Sebuah rentang waktu yang bisa dibilang sangat lama untuk mempertahankan gelar tersebut. Namun seperti yang sudah disebutkan di atas, ‘hanya’ karena kesalahan pada sistem MCAS, Boeing harus mengikhklaskan semuanya. Tidak hanya predikatnya saja sebagai produsen pesawat terlaris di dunia, melainkan juga nama besarnya, sahamnya, hingga kepercayaan dari para konsumennya.

Lain cerita dengan rival abadinya, Airbus, dimana produsen kedirgantaraan asal Benua Biru ini mampu dengan sangat jeli menyalip ‘kebobrokan’ yang tengah dialami oleh Boeing. Pengembangan dari dua pesawat generasi terbaru (salah satunya adalah Airbus A321XLR) membuat pamor Airbus perlahan mendongak dan menyaingi Boeing.

Menurut laman sumber, hingga akhir Oktober kemarin, Boeing secara keseluruhan mencatat ada 15.136 pesanan yang masuk untuk keluarga 737 (mencakup semua model). Sedangkan di waktu yang sama, Airbus menoreh 15.193 pesanan untuk keluarga A320 untuk semua modelnya. Ya, Airbus sudah berhasil mencuri tahta dari Boeing yang disandang lebih dari 55 tahun lamanya.

Baca Juga: 737-800, Didapuk Jadi Varian Paling Laris di Keluarga Boeing 737

Padahal, pada akhir tahun 2018 saja, jumlah pesanan untuk varian A320neo milik Airbus masih tertinggal sekira 400 unit dari varian 737 MAX milik Boeing. Namun itu tadi, kecelakaan fatal yang menimpa Lion Air dan Ethiopian Airlines (keduanya sama-sama menggunakan varian 737 MAX 8) menjadi titik balik dari masa kejayaan Boeing.

Ratusan hingga ribuan pesawat 737 MAX oleh semua maskapai yang ada di seluruh dunia menjadi momen yang sangat tepat bagi Airbus untuk membalikkan keadaan dan mempertahankannya hingga hari ini.