Canangkan Pembangunan ‘Kereta Perdamaian,’ Israel Nantinya Akan Terhubung dengan Sejumlah Negara Teluk

Ilustrasi Kereta Israel. Sumber: istimewa

Menteri Transportasi dan Intelijen Israel, Yisrael Katz dikabarkan tengah bertolak menuju Oman untuk membahas tentang jalur kereta api regional pada konferensi transportasi di Muscat. Kedatangannya ke Muscat bersamaan dengan kunjungan Perdana Menteri Israel untuk membangun jaringan kereta regional yang menghubungkan Laut Mediterania dan Samudera Hindia. Diketahui, belum ada rencana ambisius semacam ini dalam kurun waktu 100 tahun ke belakang di wilayah ini.

Baca Juga: Israel Railways Hadirkan Sepeda di Stasiun untuk Mudahkan Akses Penumpang

Sebagaimana yang dikutip KabarPenumpang.com dari laman jpost.com (1/11/2018), pada sebuah laporan yang dirilis pada Agustus 2018 kemarin menunjukkan bahwa perusahaan Cina mungkin membantu membangun beberapa jalur yang menghubungkan Aqaba ke Amman dan Amman ke perbatasan Suriah melalui Irbid atau Mafraq. Garis lain akan melewati Zarqa ke perbatasan Saudi dan Irak. Itu akan menggantikan bagian dari rel kereta api Hejaz (Hedjaz) bersejarah yang dibangun Kekaisaran Ottoman.

Sebenarnya, Irak pernah memiliki jaringan kereta api dari periode Inggris ke era Saddam Hussein. Setelah tahun 2003, pemerintah Irak baru merencanakan beberapa jalur, termasuk satu ke Suriah dan Yordania. Namun, satu-satunya yang berfungsi dan terus menjalankan kereta api adalah jalur dari Baghdad ke Basra. Pada 2012, Irak membeli lokomotif baru dari China.

Gagasan untuk memperbaiki jalur lain ditunda karena perang terhadap Negara Islam. Demikian pula di Suriah, perang saudara menghancurkan infrastruktur kereta api. Negara tetangga Lebanon juga pernah memiliki sistem kereta api, sebagian besar dikembangkan oleh Perancis. Sebuah rencana untuk melanjutkan penggunaannya dari Beirut ke Tripoli, dan mungkin ke Homs di Suriah, dibatalkan karena perang Suriah dan ketegangan lainnya. Delegasi Cina tiba pada bulan September tahun ini untuk melihat kelayakan investasi dalam proyek itu lagi.

Tidak seperti di Suriah, Irak dan Lebanon, dengan infrastruktur relnya yang sudah ‘usang’, dan Yordania, yang memiliki infrastruktur tetapi belum berinvestasi dalam jalur baru, Arab Saudi Saudi Railways Organization memiliki panjang trek sekira 1.380 km yang sebagian besar memanjang dari Dammam di Teluk Persia menuju Riyadh. Jalur kedua adalah Haramain High-Speed Railway, proyek kereta listrik terbesar di Timur Tengah, dibuka pada bulan September kemarin yang menghubungkan Mekkah dengan Jeddah, dengan rencana lanjutan untuk mencapai Madinah.

Di Oman sendiri, jaringan perkeretaapian sudah menunjukkan perkembangannya dalam kurung waktu beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2015 kemarin, Sultan Qaboos bin Said al-Said menandatangani dua fase terkait pembangunan jaringan rel multi-phase. Fase pertama menghubungkan Al Buraimi di perbatasan dengan UEA dengan pelabuhan Sohar. Fase kedua akan membentang ke Ibri dan fase lain akan turun ke pelabuhan Al Duqm dengan estimasi panjang lintasan sejauh 2.135 km.

Baca Juga: Israel Bangun Jalur Keret Cepat Yerusalem – Tel Aviv, Mengular Mulai Maret 2018!

Apa pun rencana yang disetujui untuk pembangunan jaringan kereta perdamaian yang akan menghubungkan Israel dan sejumlah negara Teluk, dibutuhkan waktu puluhan tahun untuk menyelesaikannya, dilihat dari sejumlah kendala yang sekiranya akanmenghambat pembangunan tersebut.