Cegah Virus Corona, Otoritas Angkutan Darat Singapura Bagikan 300 Ribu Masker ke Sopir Taksi

0
Taksi Singapura

Semakin merebaknya kasus orang terinveksi virus corona di Singapura membuat para pengemudi taksi dan kendaraan sewaan harus mendapatkan perlakuan ekstra, wujudnya berupa pemberian masker yang nantinya akan diberikan kepada penumpang yang dalam kondisi tidak sehat.

Baca juga: Pendapatan Turun, Pengemudi Taksi Singapura Tetap Bekerja dan Semprotkan Desinfektan serta Gunakan Masker

Otoritas Angkutan Darat (LTA) Singapura mengatakan, mulai Selasa (11/2/2/2020), sebanyak 300 ribu masker akan dibagikan kepada pengemudi melalui perusahaan taksi. Pihak LTA mengatakan, bahwa penumpang yang sakit juga harus bisa memainkan peran mereka dengan menggunakan masker sebelum naik taksi atau menyewa mobil pribadi.

Bahkan para pengemudi pun juga diminta untuk mengukur suhu tubuh mereka sebanyak dua kali dalam sehari. LTA menyebutkan ada delapan lokasi untuk pengecekan suhu yang didirikan oleh tujuh perusahaan Singapura.

Dilansir KabarPenumpang.com dari channelnewsasia.com (10/2/2020), pengemudi taksi yang suhu tubuhnya dalam kisaran normal akan menerima stiker pada hari itu. Stiker ini menunjukkan bahwa pengemudi sehat dan sedangkan pengemudi persewaan swasta diminta mengukur suhu tubuh mereka sendiri dan mengirimkan hasilnya melalui aplikasi.

LTA bersama Asosiasi Taksi Nasional (NTA) dan Asosiasi Kendaraan Perekrutan Pribadi Nasional (NPHVA) akan meningkatkan jumlah stasiun pengecekan suhu di Singapura agar semua pengemudi terjangkau. Langkah tersebut diambil setelah seorang pengemudi taksi dan mobil sewaan terkena virus corona dari tujuh kasus baru yang diumumkan pada Sabtu kemarin.

“Kami sedang bekerja dengan operator untuk meningkatkan langkah-langkah pembersihan. Pengemudi kami sarankan untuk menurunkan jendela setelah perjalanan untuk kebersihan udara dalam kendaraan dan menyemprotkan desinfektan ke mobil lebih teratur,” kata LTA.

LTA menyebutkan, pengemudi taksi dan mobil sewaan yang terkena virus corona harus dikarantina akan diberi tunjangan S$100 atau Rp985 ribu per hari dari pemerintah. Pengemudi bisa mendapatkannya jika memenuhi syarat untuk tunjangan tersebut.

Semua operator taksi, serta perusahaan persewaan swasta GoJek, Grab dan Ryde, mengatakan mereka akan menghapuskan biaya sewa kendaraan untuk pengemudi yang dikarantina. Tak hanya itu, mereka juga berkomitmen untuk memberi tunjangan yang bisa digunakan satu kali sebanyak S$100.

Sedangkan pengemudi yang menjadi anggota NTA atau NPHVA juga berhak mendapat tunjangan sekali pakai sebesar S$200 atau sekitar Rp1,9 juta. Menteri Senior Transportasi Janil Puthucheary bertemu dengan sekitar 60 supir taksi dan swasta di Institut Devan Nair untuk membahas kekhawatiran mereka atas berita dua pengemudi yang terinfeksi,

Dia mengatakan, langkah yang diumumkannya pada hari itu bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan pada industri.  Janil mengatakan, bahwa banyak penumpang yang sulit naik ride hailing di lokasi-lokasi seperti rumah sakit. Menurutnya ini karena pengemudi merasa cemas bila mengangkut penumpang dari rumah sakit dan baiknya pengemudi tidak ragu-ragu karena menggunakan masker.

Janil juga membantah laporan yang menyatakan bahwa virus corona baru itu mengudara, mencatat bahwa pemerintah Cina sendiri mengatakan virus itu tidak ada di udara. Sebab semua bukti saat ini menunjukkan bahwa virus ini disebarkan oleh tetesan, bukan udara.

Dia mengakui bahwa tindakan yang diumumkan dapat disalahgunakan, misalnya oleh pengemudi yang mengklaim masker untuk diri mereka sendiri daripada memberikannya kepada penumpang yang sakit.

Baca juga: Di Tengah Ancaman Virus Corona dan Pembatalan Peserta, Singapore AirShow 2020 Jalan Terus

“Saya pikir kita harus menerima dengan itikad baik bahwa (pengemudi) akan menjaga diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.”

 

Leave a Reply