China Eastern Klaim Jadi Maskapai Terbesar di Dunia

0
China Eastern Airlines. Foto: Planespotters.net

Maskapai China Eastern, pekan lalu, mengklaim telah menjadi maskapai terbesar di dunia saat ini bila dilihat dari segi kapasitas kursi yang tersedia saat ini. Maskapai yang berbasis di Shanghai, Cina tersebut menggusur maskapai berbiaya hemat asal Amerika Serikat (AS), Southwest Airlines yang tengah dalam kondisi kritis akibat pemangkasan kursi besar-besaran.

Baca juga: Virus Corona Justru Bikin Bandara Terpencil Ini Jadi yang Tersibuk di Dunia

Dikutip KabarPenumpang.com dari thepointsguy.co.uk, menurut analis penyedia data perjalanan global atau Official Aviation Guide (OAG), John Grant, Southwest Airlines saat ini telah memangkas hingga lebih dari satu juta kursi. Mereka menjadi salah satu penyumbang terbesar penurunan kapasitas kursi global di pekan lalu sebesar 109 juta (dibanding pekan yang sama di tahun lalu) menjadi hanya 26,6 juta.

Hal itu tentu berbanding terbalik dengan China Eastern yang perlahan mulai pulih kembali seiring turunnya kasus virus corona di Cina. Setiap pekan, mereka terus mencatat peningkatan kapasitas penerbangan. Bahkan, menurut Forbes, China Eastern, yang masuk tiga besar maskapai terbesar di Cina bersama Air China dan China Southern Airlines, disebut telah berencana untuk memulai kembali antara 70 atau 80 persen penerbangan pada akhir Juni.

Pada rute-rute gemuk, seperti dari Shanghai (SHA) – Beijing (PEK) atau Shanghai (SHA) – Shenzhen (SZX), China Eastern juga sudah mulai menerbangkan armada widebodynya, A330-300, dan akan terus melakukannya pada rute gemuk domestik lainnya seperti Shanghai (SHA) – Guangzhou (CAN).

Di Cina sendiri, ketika pembatasan perjalanan mulai mereda dan industri penerbangan perlahan naik, tercatat hampir terdapat 900.000 kursi tambahan untuk memfasilitasi masyarakat dalam menikmati hari libur nasional pekan lalu. Di samping itu, lonjakan jumlah perjalanan juga didukung dengan harga tiket yang jauh di bawah normal, sehingga memancing hasrat masyarkat untuk bepergian menggunakan pesawat. Menurut penyedia data penerbangan global, Airsavvi, Cina telah kembali ke sekitar setengah dari jumlah penerbangan domestik harian sebelum adanya Covid-19, dimana terdapat 6.000 lebih penerbangan.

Selain itu, maskapai-maskapai di Negeri Tirai Bambu itu juga sudah menghadirkan kembali berbagai layanan yang sebelumnya dihilangkan untuk mencegah penyebaran virus corona; tak terkecuali dengan China Eastern. Maskapai ini sebelumnya mengumumkan, bahwa mulai 3 Mei lalu, akan kembali menghadirkan layanan flight meal service di semua penerbangan domestik yang disebut “Edainty”.

Baca juga: Penerbangan di Cina Mulai Bergairah, Industri Penerbangan Global Perlahan Bangkit

Mulai dari sarapan, makan malam, makanan ringan, dan makanan kecil (dim sum), sekarang semuanya akan dikemas sebelum penerbangan dan dibagikan oleh kru sebagaimana biasa atau, tergantung pada tingkat risiko penerbangan mengingat masih ada beberapa kasus impor corona, ditinggalkan di kabin di masing-masing kursi penumpang sebelum mereka naik ke pesawat guna menghindari kontak langsung.

Meskipun setiap pekan penerbangan domestik terus mengalami pertumbuhan, namun, tidak demikian dengan penerbangan internasional. Maskapai ini memang tercatat masih mengoperasikan penerbangan harian dari Shanghai (PVG) ke London (LHR). Hanya saja, untuk saat ini, penerbangan tersebut masih berupa penerbangan khusus kargo dan tidak ada tiket penumpang yang dijual.

Leave a Reply