PT KAI Operasikan “Kereta Luar Biasa,” Ini Dia Aturannya

0
Kereta api Majapahit

Beberapa moda transportasi saat ini mulai mengoperasikan kembali armadanya. Hanya saja pengoperasian ini berbeda dari biasanya yakni bukan mengangkut penumpang untuk mudik tetapi untuk perjalanan bisnis, pelayanan fasilitas kesehatan, keamanan dan pertahanan, perjalanan darurat pasien, keluarga kritis atau meninggal serta repatriasi.

Baca juga: Bertarung Melawan Bau Busuk, Inilah Peran Petugas Pembersih Limbah Toilet Kereta

Salah satunya adalah PT Kereta Api Indonesia (KAI), di mana mereka mengoperasikan perjalanan Kereta Api Luar Biasa (KLB) untuk berbagai rute mulai 12 sampai 31 Mei 2020. VP PR PT KAI Joni Martinus mengatakan untuk KLB ada enam perjalanan yang akan beroperasi untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat. Joni menjelaskan pengoperasian KLB ini menyesuaikan dengan terbitnya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No.4/2020 tanggal 6 Mei 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalan Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

“Sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19, masyarakat yang diperbolehkan menggunakan KLB ialah pekerja di pelayanan penanganan Covid-19, pertahanan & keamanan, kesehatan, kebutuhan dasar, fungsi ekonomi penting; perjalanan darurat pasien atau orang yang memiliki keluarga inti sakit keras atau meninggal; serta repatriasi,” ungkapnya.

Adapun 3 rute yang dilayani adalah Gambir – Surabaya Pasarturi pp (Lintas Utara), Gambir – Surabaya Pasarturi pp (Lintas Selatan) dan Bandung – Surabaya Pasarturi pp. Tiket dijual mulai Senin, 11 Mei 2020 di loket stasiun keberangkatan penumpang. Pemesanan dan pembelian tiket dapat dilakukan mulai H-7 keberangkatan, oleh penumpang yang bersangkutan dan tidak dapat diwakilkan.

Untuk dapat membeli tiket tersebut, calon penumpang diharuskan melengkapi persyaratan sesuai Surat Edaran Gugus Tugas Covid-19. Persyaratan tersebut di antaranya menunjukkan surat hasil tes negatif Covid-19, surat tugas dari perusahaan, KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah, serta dokumen pendukung lainnya sesuai peraturan.

“Jika sudah lengkap, calon penumpang melapor ke Posko Gugus Tugas Covid-19 yang tersedia di stasiun penjualan tiket untuk menyerahkan berkas. Jika sudah diverifikasi, calon penumpang akan mendapatkan Surat Izin dari Satgas Covid-19 dua rangkap. Lembar pertama diberikan ke petugas loket saat akan membeli tiket dan lembar kedua ditunjukkan kepada petugas pada saat boarding. Surat Izin tersebut berlaku hanya untuk satu kali perjalanan,” jelas Joni.

Joni mengatakan, KAI membentuk posko penjagaan dan pemeriksaan tersebut berkordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Polisi, TNI, Pemerintah Daerah, Gugus Tugas Covid-19 Daerah, dan instansi terkait lainnya. Setiap penumpang yang akan menggunakan KLB tersebut diharuskan untuk menggunakan masker, bersuhu tubuh di bawah 38 derajat Celsius, membawa tiket, identitas asli, serta Surat Izin dari Satgas Covid-19.

“Penumpang yang akan berangkat namun tidak memenuhi persyaratan tersebut, dilarang naik kereta api dan tiket akan dikembalikan 100 persen,” tegas Joni.

Seluruh perjalanan KLB sudah menyesuaikan dengan jadwal pembatasan transportasi umum di masing-masing wilayah yang sudah menerapkan PSBB. KAI juga secara tegas dan ketat menerapkan protokol pencegahan Covid-19 mulai dari sebelum keberangkatan, dalam perjalanan, dan saat tiba di stasiun tujuan.

Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, KAI tetap membatasi kapasitas angkut dengan menjual hanya 50 persen tempat duduk dari kapasitas kereta, membuat batas antre dan duduk di stasiun dan kereta untuk menerapkan physical distancing, menyediakan alat pengukur suhu badan, ruang isolasi, pos kesehatan, hand sanitizer, wastafel portable di stasiun, rutin membersihkan fasilitas penumpang dengan disinfektan; dan berbagai langkah pencegahan lainnya. Joni menjelaskan, pengoperasian KLB ini terus dievaluasi pelaksanaannya sesuai dengan situasi yang berkembang di lapangan.

“Kami tegaskan, pengoperasian KLB ini dikhususkan hanya untuk masyarakat yang dikecualikan sesuai aturan yang telah ditetapkan pemerintah dan bukan dalam rangka Angkutan Mudik Idul Fitri 1441 H,” tutup Joni.

Baca juga: KAIS RailOne, Mengenal Vooridjer Kereta Kepresidenan RI

Kereta luar biasa (disingkat menjadi KLB) adalah kereta api yang dijalankan di luar jadwal reguler atau grafik perjalanan kereta api. KLB umumnya dijalankan pada saat kebutuhan mendesak atau sangat mendesak yang jadwal KLB ini akan diteruskan ke stasiun-stasiun yang akan dilewatinya. Walaupun di luar grafik perjalanan kereta api (gapeka) KLB tetap mengacu pada peraturan perjalanan kereta api, yakni, tetap membuat maklumat perjalanan kereta api (malka) dan warta maklumat (wam). Kereta luar biasa pada umumnya digunakan untuk membawa para pejabat negara, seperti presiden serta kabinetnya, menguji coba jalan kereta (test run), pengiriman kereta, gerbong atau lokomotif, dan pengiriman rel kereta api.

Leave a Reply