Cina Sukses Kirim Astronot ke Stasiun Luar Angkasa, AS Panik

0
Roket Long March-2F pembawa pesawat Shenzhou-12 meluncur pada Kamis lalu di Gurun Gobi. Foto: AFP/Greg Baker

Cina sukses mengirim tiga astronotnya ke luar angkasa melalui pesawat Shenzhou-12. Pesawat itu diluncurkan menggunakan roket Long March 2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi, Kamis lalu.

Baca juga: Hari ini, 17 Tahun Lalu, Wahana Roket Cina Shenzhou 5 Berhasil Terbangkan Astronot Pertama

Diharapkan, ini akan menjadi langkah baru Negeri Tirai Bambu dalam mewujudkan ambisinya, menjadi satu-satunya negara di dunia yang membangun dan menjalani stasiun luar angkasanya sendiri.

Kita tahu, saat ini satu-satunya stasiun luar angkasa Internasional (ISS), dibangun secara kolektif oleh 15 negara , di antaranya, Amerika Serikat, Rusia, Eropa, Kanada dan Jepang. Cina sebetulnya pernah mencoba bergabung dengan ISS, namun ditolak AS. Sejak saat itu, keinginan untuk mendirikan dan menjalankan stasiun luar angkasa sendiri semakin realistis dan menjadi-jadi.

Lagi pula, ISS bakal memasuki masa pensiun pada tahun 2028 mendatang. Sudah begitu, Rusia, yang tak dipungkiri sebagai salah satu negara berandil besar dibalik pembangunan ISS, berikrar ingin keluar dan membangun stasiun luar angkasa sendiri sebagaimana Cina. Tentu saja berbagai kondisi itu membuat AS panik.

Karenanya, akan sangat menguntungkan bila Cina berhasil membangun ISS dan menjalaninya sendiri, kendati negara itu tak menutup kemungkinan untuk bermitra dengan negara lain.

Kembali ke misi Shenzhou-12, ketiga astronaut yang meluncur ke stasiun luar angkasa Cina, yaitu Nie Haisheng yang berusia 56 tahun, Liu Boming berusia 54, dan Tang Hongbo yang berusia 45 tahun, disebut bakal menuju Tianhe, modul awal stasiun ruang angkasa Tiangong (Istana Surgawi) Cina yang sudah diluncurkan sejak 29 April 2021. Di sana, mereka akan melakukan berbagai misi selama tiga bulan ke depan.

“Misi ini akan menjadi penerbangan berawak pertama sebagai bagian dari pembangunan stasiun luar angkasa China. Saya sangat beruntung untuk memulai tahap pertama pembangunan stasiun luar angkasa dan saya memiliki banyak harapan,” katanya kepada wartawan di pusat peluncuran Jiuquan, seperti dikutip dari Channel News Asia.

Ke depan, setidaknya akan ada beberapa peluncuran roket lainnya menjadi total 11 roket dalm tempo dua tahun.

Nantinya, stasiun luar angkasa Cina akan memiliki tiga modul pada 2023 mendatang. Modul utama akan menjadi area tinggal astronaut dan dua modul lainnya dirancang untuk menampung eksperimen dari seluruh dunia, mulai dari soal teknologi luar angkasa hingga biologi di gravitasi nol.

Stasiun luar angkasa Cina berbobot 66 ton ini direncanakan mengudara selama 10 tahun sebelum akhirnya keluar dari orbit.

Baca juga: Inilah CNSA, NASA-nya Cina Pemilik Puing Roket di Kalteng! Sudah Tiga Roket Cina Jatuh di Indonesia

Selain stasiun luar angkasa pesaing International Space Station, China juga sedang merencanakan peluncuran teleskop baru bernama Xuntian. Teleskop ini akan memiliki ukuran cermin yang sama seperti Hubble Space Telescope, tapi akan memiliki bidang pandang yang lebih lebar.

Teleskop ini akan menghuni orbit yang sama dengan stasiun luar angkasa tersebut, di ketinggian sekitar 340-450 km. Sehingga teleskop tersebut bisa singgah dan menempel di stasiun luar angkasa untuk proses perbaikan dan upgrade.

LEAVE A REPLY