Irak Bangun Ibu Kota Baru Dekat Bandara Baghdad

0
Ilustrasi ibu kota baru Irak. Foto: globalconstructionreview.com

Irak baru-baru ini mengumumkan rencana pembangunan ibu kota baru, Al-Rafeel, di luar Baghdad. Komisi Investasi Nasional (NIC) menyebut, proyek tersebut akan memanfaatkan lahan seluas 400 km persegi, di dekat Bandara Internasional Baghdad.

Baca juga: Ibukota Baru Akan Punya Bandara VVIP untuk Private Jet

Kepada media lokal Al Sabaah, ketua NIC, Suha Al-Najjar, mengatakan, atas arahan konsultan arsitektur AS, CH2M Hill, ada empat tahap yang dilakukan dalam pembangunan ibu kota baru tersebut. Tahap pertama yaitu pembangunan sekitar 75.000 rumah untuk 300.000 orang, serta toko-toko, kantor, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas rekreasi.

Adapun tahap kedua, ketiga, dan keempat akan dilakukan berbagai pembangunan gedung-gedung pemerintahan, mobilisasi PNS, dan lain sebagainya.

Proyek pembangunan ibu kota baru ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Irak serta membuka lapangan pekerjaan.

“Kami berharap ini akan memiliki efek positif pada ekonomi Irak, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan perumahan yang mendesak dan berkembang. Diharapkan proyek tersebut dapat memenuhi kebutuhan sekitar satu juta orang dan juga akan memberikan lebih dari 100.000 kesempatan kerja,” kata Suha Al-Najjar.

Kendati proyek tersebut diharapkan segera berjalan dan rampung, namun, NIC tidak mau ugal-ugalan dalam pelaksanaannya. NIC akan memberikan kontrol ketat terhadap pekerja Cina dan pekerja asing lainnya. Selama pekerja dalam negeri Irak mampu melakukannya, dipastikan itu akan dilakukan oleh mereka.

Adapun hal-hal terkait teknologi dan tenaga ahli yang memang SDM dalam negeri Irak belum bisa memenuhinya, NIC tidak bisa berbuat banyak demi kelancaran proyek.

Dalam waktu dekat, sekitar 12 paket kerja berupa fasilitas perumahan dan layanan terpadu akan segera ditawarkan ke investor .

Sayangnya, NIC belum membeberkan berapa investasi yang dibutuhkan dalam proyek pembangunan ibu kota baru ini.

Proyek pembangunan ibu kota baru Irak ini sebetulnya masih pro-kontra. Sebab, lokasinya tak jauh dari Bandara Internasional Baghdad. Di satu sisi, membangun ibu kota baru dekat bandara terbesar di Irak tentu banyak mendatangkan keuntungan, khususnya terkait akses.

Baca juga: Budi Karya: Kereta Listrik Dipastikan Akan Ada di Ibukota Baru

Di sisi lain, keamanan ibu kota baru patut dipertanyakan. Sebab, selama ini negara bekas perang tersebut kerap dikirim rudal tak bertuan ke berbagai titik vital, salah satunya Bandara Internasional Baghdad.

Juni tahun lalu, di tengah lockdown besar-besaran seantero Irak, tiba-tiba sebua rudal menghantam perimeter bandara tersebut. Beruntung, karena sedang lockdown, tak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden serangan tersebut.

LEAVE A REPLY