Cinta Bersemi di Udara, Pramugari dan Pilot Saling Mengerti Pekerjaan Masing-masing

0
ilustrasi (express.co.uk)

Apakah sesama kru kabin boleh mencintai, memiliki hubungan dan menikah? Sepertinya hal tersebut diperbolehkan dan tidak ada larangan sama sekali. Bahkan mungkin dengan hubungan seperti itu pekerjaan lebih menyenangkan dan mudah.

Baca juga: So Sweet! Pramugari Emirates Dilamar di Udara

Karena memiliki pasangan yang sama-sama bekerja di udara akan berbeda rasanya dengan hanya salah satu pasangan yang bekerja di penerbangan. Dari sebuah media sosial baru-baru ini, seorang pramugari yang tak disebutkan namanya berbagi kisah asmara dengan pilot dan menikah.

KabarPenumpang.com melansir laman express.co.uk (19/1/2020), pramugari tersebut mengungkapkan bahwa dirinya bertemu dengan sang suami ketika keduanya bekerja di maskapai yang sama. “Aku benar-benar menikahi seorang pilot! Kami mulai pada hari yang sama di tempat kerja,” tulis pramugari tersebut di Reddit.

Dia mengungkapkan bahwa pilot tersebut adalah cinta pada pandangan pertama yang awalanya tidak merasakan apa-apa. Bahkan sang pramugari pada awal pertama bertemu hanya menganggapnya teman kerja. Namun kemudian mulai sering nongkrong sebagai teman selama beberapa bulan.

“Hari berikutnya saya baru menyadari bahwa saya tidak bisa menjalani hidup saya tanpa dia. Dia datang ke dalam hidup saya secara tak terduga, tidak pernah terlintas dalam pikiran saya untuk berkencan dengan seseorang dari pekerjaan tetapi saya jatuh sangat keras dan dalam beberapa bulan kami akan menikah,” katanya.

Pramugari yang tak disebutkan namanya itu menambahkan, dirinya sangat senang bersama dengan seseorang yang memahami jadwal pekerjaannya. Sebab mereka tidak bekerja seperti orang kantoran yang masuk jam 09.00 pagi dan pulang pukul 17.00.

“Ini bisa 15 jam lebih di tempat kerja. Bahkan bisa mulai bekerja jam 01.00 atau jam 02.00 pagi. Dia mengerti bahwa akan ada waktu di mana kita akan saling menjauh atau mungkin mendapat panggilan di menit terakhir untuk mengoperasikan penerbangan,” jelas pramugari tersebut.

Dia menambahkan, bahwa mereka berdua saling mendukung dan sering mengantar atau menjemput ketika tugas sebagai pramugari tengah terburu-buru atau pekerjaan yang dua kali lipat dari biasanya.

“Dia akan membuatkanku makan siang. Aku beruntung menemukannya,” tambahnya.

Tak hanya itu, cerita lainnya datang dari seorang awak kabin wanita yang menjalin hubungan dengan awak kabin pria. Dalam hubungan tersebut, keduanya menyoroti kesulitan gaya hidup mereka.

Baca juga: Romantis Berujung Pahit, Pramugari China Eastern Airlines Justru Dipecat Setelah Dilamar di Udara

“Saya telah bersama pacar saya yang juga pramugari untuk sementara waktu. Itu sulit karena kita berdua menjalani gaya hidup yang bisa mengisolasi diri dan kita bisa saling menjauh selama berminggu-minggu,” katanya.

Leave a Reply