Cirrus Aviation Perkenalkan Fitur Keselamatan yang Siap ‘Daratkan’ Penumpang dengan Aman

Vision G2 business jet. Sumber: newatlas.com

Apa yang ada di dalam benak Anda jika mendengar sebuah penerbangan otonom mengalami kondisi darurat? Apakah pesawat akan jatuh begitu saja? Atau mereka memiliki instrumen tersendiri yang akan menyelematkan nyawa para penumpangnya? Pertanyaan ini terjawab beberapa waktu ke belakang, dimana salah satu ‘pemain’ di sektor pesawat otonom, Cirrus Aviation mengumumkan tentang salah satu fitur keselamatan terbarunya, Safe Return Autoland untuk pesawat jet G2 Vision kembangannya. Dari namanya saja, tentu Anda sudah bisa menebak, dimana ketika keadaan darurat melanda, maka pesawat akan bisa melakukan pendaratan dengan aman.

Baca Juga: Mengenal Ditching, Pendaratan Darurat Pesawat di Atas Permukaan Air

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman newatlas.com (30/10), G2 Vision merupakan pesawat kembangan Cirrus Aviation yang bertenagakan jet dan mampu memboyong tujuh penumpang dalam sekali perjalanan. Jika diklasifikasikan ke dalam kelompok drone, agaknya G2 Vision tidaklah termasuk ke sana, mengingat pesawat ini mampu menjelajahi udara di ketinggian 31.000 kaki dengan kecepatan 300 knot. CEO dari Cirrus Aviation, Zean Nielsen sampai-sampai mempromosikan G2 Vision sebagai breaktrough dalam sektor penerbangan di masa yang akan datang.

Dalam pengembangan fitur keselamatan yagn bertajuk Safe Return Autonomous Autoland, Cirrus Aviation tidaklah berjalan sendiri, melainkan menggandeng Garmin, sebuah perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat. Cara kerjanya sederhana, tombol Safe Return Autonomous Autoland akan ada di bagian pengemudi (pilot) dan penumpang. Semisal ada keadaan darurat dimana penerbangan tidak mungkin dilanjutkan, maka Anda sebagai penumpang tinggal memencet tombol Safe Return Autonomous Autoland dan pesawat akan mendarat dengan aman.

Pada saat ditekan, maka sistem informasi yang ditampilkan akan lebih relevan dengan keselamatan penumpang. Sistem kontrol penerbangan akan menggunakan autopilot, dimana sistem akan memindai medan sekitar, kondisi cuaca, dan landasan udara terdekat untuk menemukan tempat aman untuk pesawat mendarat.

Baca Juga: 10 Pendaratan Dramatis Sepanjang Sejarah Penerbangan

Di dalam kabin, penumpang akan mendapatkan informasi terkait pendaratan darurat ini, mulai dari seberapa cepat pendaratan akan berlangsung, dan informasi relevan lainnya. Setidaknya, hadirnya fitur seperti ini kelak bisa menjadi pionir bagi sektor aviasi global dalam urusan peningkatan keamanan penerbangannya.