“Debby,” Sebutan Kesayangan untuk Bus PO Deborah Rute Depok – Lebak Bulus

PO Deborah (akumassa)

Warga Depok, Lebak Bulus dan sekitarnya pasti kenal dengan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) PO Deborah atau yang kondang disebut dengan “Debby.” Perusahaan Otobus (PO) Deborah tersebut memiliki trayek awal Depok menuju ke Lebak Bulus sebagai angkutan umum. Debby memiliki penampilan yang khas dengan warna dasar ‘kurang jelas’ antara ungu terang dan merah muda (pink), memiliki garis berwarna hijau dan tulisan PO Deborah berwarna kuning.

Baca juga: Bukan Nama Wanita, Rosalia Indah Kondang Sebagai Perusahaan Otobus

KabarPenumpang.com merangkum dari berbagai laman sumber, PO Deborah didirikan oleh almarhum Kiloria Manik pada tahun 1994 dengan kantor pusatnya di Jalan Margonda Raya No.485, Depok. Para penggemar Debby pasti hafal dengan bus ber-livery agak norak tersebut, dimana pada bagian dalam bus juga dihiasi gorden untuk menutup kaca ketika cuaca terik. Ternyata bukan hanya warna bus saja yang norak, kenek dan pengemudinya pun menggunakan baju seragam pink.

Meski terkesan norak, si Debby ini banyak memiliki penggemar apalagi di jam-jam sibuk. Para penggemarnya bahkan rela bergelantungan dan ’empet-empetan’ alias berhimpitan saat berada di dalamnya karena mengejar waktu. Beberapa orang malahan menganggap Debby sebagai moda antar jemput. Sebab ramai saat-saat jam berangkat dan pulang kerja. Penumpang bus dari arah Lebak Bulus lebih banyak mahasiswa yang kuliah di kampus sekitaran Tanjung Barat, Lenteng Agung, Universitas Indonesia, Universitas Pancasila dan kawasan Margonda.

Sebaliknya yang dari arah Depok padat dengan karyawan pekerja di sekitaran Depok Town Square, Fatmawati, sepanjang jalan TB Simatupang, Lebak Bulus hingga Pondok Indah. Sedangkan sorenya, isi bus ini kebalikan dari pagi. Bus Debby non AC setiap harinya beroperasi sebanyak sepuluh sampai dua puluh bus dari pool di hari kerja. Jika diluar hari kerja, hanya ada delapan bus yang melenggang dari Depok-Lebak Bulus.

Kursi penumpang pun dilapisi busa dan lebih buruk dari Kopaja, sebab sangat tegak dan jaraknya sempit hingga kaki sulit masuk. Namanya angkutan umum, si Debby ini juga sebagai salah satu yang kerap kali dimasuki pencopet dan terkadang kelaikan jalannya dipertanyakan. Bagi penumpang si Debby jangan lupa siapkan mental yang cukup matang, karena meski tidak memiliki saingan, selain bersaing dalam berebutan kursi dan sempit-sempitan antar penumpang, pengemudi juga terkadang mengemudikan si Debby dengan ngebut.

Namun, seiring mobilitas masyarakat Depok yang tinggi akan kebutuhan moda transportasi darat menuju berbagai sudut Jakata, PO Deborah mengembangkan usahanya dan membuka jalur komersil trayek AKAP Depok-Kalideres dengan bus AC kapasitas 59 kursi. Dibukanya jalur ini juga dibarengi dengan penambahan unit baru serta peresmian bus pariwisata.

Kehadiran PO Deborah Pariwisata sudah menjadi pilihan beragam masyarakat Kota Depok dan sekitarnya dalam menunjang aktivitas wisata dan bisnis. Beberapa pengguna setia yang rutin menggunakan jasa PO Deborah Pariwisata antara lain berasal dari sekolah–sekolah maupun universitas di Jabodetabek, kantor pemerintah dan swasta, kelompok masyarakat, kelompok pekerja dan masih banyak lainnya.

Baca juga: Sejarah ALS, Perusahaan Otobus dengan Trayek Terjauh Lintas Jawa-Sumatera

Perbaikan kualitas dan penambahan kuantitas armada bus, peningkatan kualitas pelayanan karyawan adalah catatan rutin PO Deborah Pariwisata agar semakin kokoh ditengah persaingan industri angkutan pariwisata. Semua bentuk nyata ini menunjukkan eksistensi PO Deborah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan angkutan pariwisata