Di Awal Kemunculan, Boeing 747 Sempat Dituding Mengambil Alih Pasar Penerbangan

Boeing 747 perdana, lepas landas dari Paine Field di Everett. (Foto: heraldnet.com)

Memang, pamor ‘Queen of the Skies’, Boeing 747 belumlah bisa tergantikan – kendati A380 yang menyandang predikat sebagai jet penumpang komersial terbesar di dunia sekalipun, belum bisa menyaingi pamor dari pesawat yang terkenal dengan ‘benjolan’ pada bagian depannya ini. Mulai dari bentuknya yang berbeda dengan kebanyakan pesawat, hingga julukannya yang seolah melambangkan keagungannya di sektor aviasi global.

Baca Juga: 9 Februari 1969, Memperingati 50 Tahun Penerbangan Perdana Boeing 747

Tapi, tahukah Anda bahwa ada segelintir ‘rahasia’ yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang tentang armada yang pertama kali mengudara dalam sebuah uji coba pada 9 Februari 1969 ini. Penasaran? Berikut KabarPenumpang.com beberkan rahasia tersebut, mengutip dari laman forbes.com.

Membangun Pabrik Khusus Untuk Merakit Boeing 747
Mengingat Boeing 747 kala itu merupakan pesawat jet komersial terbesar yang pernah ada, maka Boeing sempat kebingungan untuk menyediakan lokasi guna merakit “Sang Ratu”. Hingga suatu saat mereka menunjuk Paine Field, bekas pangkalan udara Perang Dunia II sekitar 30 mil sebelah utara Seattle, sebagai lokasi pabrik perakitan Boeing 747. Sampai pada akhirnya di tahun 1966, Boeing membangun pabrik seluas 200juta kaki kubik – dan hingga kini masih digunakan (setelah mengalami perluasan) untuk perakitan 767, 777, dan 787.

Dituding Menyalip Concorde
Di akhir tahun 1960-an, Boeing dituding oleh sebagian oknum telah mengambil alih pasar penerbangan global, terutama penerbangan supersonik yang kala itu tengah dikembangkan oleh perusahaan Anglo/Perancis, Concorde. Jelas tudingan ini tidak jelas pangkalnya, karena di awal peluncurannya, Boeing menargetkan 747 sebagai pesawat kargo, dan Boeing telah menguji coba 747 terlebih dahulu sebelum Concorde menguji coba armada kebanggaannya.

Tudingan ini semakin santer terdengar manakala Boeing dengan 747-nya berhasil mencuri perhatian kebanyakan pengunjung di acara Paris AirShow yang diadakan pada tahun 1969.

Desain Awal yang Tidak Sama
Di awal ide pembangunan 747, Boeing menargetkan armada ini akan menjadi ‘burung besi’ double-deck dengan single aisle. Berbeda dengan desain yang selama ini kita lihat, dimana double-deck yang ada di Boeing 747 tidaklah penuh seperti yang diterapkan pada Airbus A380.

Baca Juga: Inilah Fakta di Balik Berhentinya Produksi Boeing 747-8 Intercontinental

Berhasil Menghadapi Gangguan Udara Dengan Sangat Baik
Ya, pernyataan ini dilontarkan langsung oleh pilot yang menerbangkan Boeing 747 untuk pertama kalinya, Brien Wygle.

“Kami menyadari bahwa pesawat itu (Boeing 747) sangat responsif dan berkinerja sangat sukses,” ujar Brien.

“Tampaknya, Boeing 747 dapat mengatasi turbulensi yang kami hadapi di udara dengan sangat baik,” tandasnya sembari bernostalgia.