Di Masa Mendatang, Pesawat Bakal Tanpa Jendela! Layar OLED Jadi Gantinya

0
Layar OLED bisa dipasang full di seluruh kabin penumpang, membuat penerbangan jadi lebih berkesan. Foto: Yasava

Seiring berjalannya waktu, teknologi di dalam kabin kian berkembang. Di masa lalu, butuh tirai untuk menghalau sinar matahari masuk ke dalam kabin melalui jendela pesawat. Namun, saat ini jendela pesawat tidak lagi perlu tirai karena kemunculan kaca elektrokromik.

Baca juga: Manjakan Mata Penumpang, LG Display Luncurkan Teknologi OLED di Kabin Pesawat

Meskipun belum semua maskapai atau pesawat dilengkapi dengan kaca elektrokromik, tetapi bukan tak mungkin kedepan seluruh pesawat yang dioperasikan maskapai dunia akan dilengkapi kaca model ini untuk kenyamanan penumpang.

Menariknya, belum juga itu terjadi, tren konsep penggunaan kaca atau layar Organic- Light Emitting Diode (OLED) kian meningkat.

Kehadirannya bukan hanya akan membuat penerbangan jauh lebih nyaman dan memanjakan mata penumpang, melainkan juga membuat jendela, baik itu jendela biasa ataupun jendela dengan kaca elektrokromik, menjadi usang. Bahkan, pesawat di masa mendatang bukan tak mungkin akan terbang tanpa jendela. Setidaknya, itulah menurut pandangan perusahaan pengusung layar OLED di kabin pesawat, Yasava.

Sayangnya, layar OLED hanya bisa dipasang di pesawat baru, bukan pesawat yang sudah ada. Foto: Yasava

“Di masa depan, jendela pesawat mungkin menjadi usang,” kata perusahaan yang berbasis di Lausanne, Swiss tersebut. Pada tahun 2018 lalu, Emirates juga pernah meramal bahwa di masa depan jendela di pesawat mungkin akan menghilang alias pesawat tidak lagi dilengkapi dengan jendela.

Menurut Yasava, seperti dikutip dari Daily Mail, layar OLED bisa diaplikasikan di bagian manapun di pesawat, utamanya di kabin penumpang. Tampilan pada layar OLED tersebut bisa berubah-ubah dalam sekejap seiring pergerakan pesawat. Tampilannya pun bisa berupa banyak pemandangan, entah itu hutan, langit, lanskap pengunungan, laut, dan lain sebagainya.

Tak cukup sampai di situ, layar OLED juga bisa disetting untuk memutar berbagai hal lainnya, seperti acara TV, film, dan banyak lagi.

Layar OLED bisa berubah seiring pergerakan pesawat, tergantungan settingan yang diinginkan maskapai. Foto: Yasava

Di berbagai kesempatan, pesawat yang sudah dilengkapi dengan OLED terbukti membuat penumpang takjub dan sangat ingin merasakan kembali sensai terbang seperti itu.

Sayangnya, bagi maskapai atau operator pesawat, itu bukan pilihan mudah. Layar OLED tidak bisa diaplikasikan pada pesawat bekas melainkan harus pada pesawat baru. Ini tentu jadi persolan baru untuk maskapai dan butuh riset lebih agar ketika mulai mengaplikasikan layar OLED di kabin pesawat penumpang betul-betul menikmatinya dan menghasilkan keuntungan finansial untuk maskapai.

Baca juga: AERQ Tawarkan Pendekatan Holistik untuk Digitalkan Kabin Pesawat

Lagi pula, saat ini, layar OLED -dalam hal ini proyek yang dikerjakan oleh Yasava- masih terbatas pada pesawat-pesawat jet bisnis, seperti Gulfstreams, Bombardier Global and Challenger, Dassault Falcons, Boeing Business Jets, dan Airbus Corporate Jets. Adapun untuk pesawat jet komersial, baik itu narrowbody maupun widebody, belum diketahui secara pasti kapan akan dimulai.

Selain bisa memanjakan penumpang lewat berbagai tampilan pada layar OLED di kabin utama, dari segi bobot pesawat disebut akan menjadi lebih ringan. Itu berarti, pesawat akan menjadi lebih hemat bahan bakar, lebih kuat, cepat, dan mampu terbang lebih tinggi dari biasanya.

Leave a Reply