Diamankan Karena Berteriak ‘Bom,’ Pria Ini Ternyata Mabuk

(Deccan Chronicle)

Lantaran mengatakan bom, seorang pengusaha yang menjual barang elektronik terpaksa di amankan oleh pihak Central Industrial Security Force (CISF) pada Kamis (14/8/2018). Insiden tersebut terjadi di Bandara Internasional Indira Gandhi, Delhi.

Baca juga: “Kempa,” Robot Humanoid Khas India Hadir di Bandara Bengaluru

Dilansir KabarPenumpang.com dari laman timesnownews.com (14/8/2018), pria tersebut diketahui bernama Amar Chaudhary yang akan menaiki pesawat Air India dari Delhi menuju Mumbai. Kejadian itu sekitar pukul 10.30 malam waktu setempat saat tim respon cepat CISF dipanggil ke gerbang 12 di Terminal 1D.

Amar diketahui meneriakkan kata bom saat menunggu di antrean gerbang keberangkatan. Bahkan dia mengatakan di dalam tas tangannya ada bahan peledak juga. Ini membuat penumpang lainnya panik dan seorang awak maskapai mencoba menenangkannya.

“Pria itu meneriakkan kata‘ bom ’dan dia memiliki bom di bagasi tangannya dan bahwa dia akan menabrakkan pesawat. Mengenai hal ini, seorang staf maskapai penerbangan wanita yang hadir di sana, mencoba menenangkannya tetapi dia bertingkah laku dengan dia dan menggunakan kata-kata kasar,” ujar seorang perwira senior CISF.

Saat dicoba untuk ditenangkan, Amar bahkan menanggapi awak pesawat tersebut dengan melakukan hal buruk dan mengucapkan kata-kata kasar. Setelah diamankan, petugas kepolisian menemukan Amar ternyataa dalam keadaan mabuk. Bahkan hasil pemeriksaan medis pun menegaskan hal yang sama.

Tak hanya itu, setelah diamankan dan digeledah ternyata tidaak ada barang apapun yang mencurigakan dari dirinya maupun tas miliknya. Amar di tahan dan tidak diizinkan ikut dalam penerbangan serta kepolisian di bandara disiagakan.

Baca juga: Akibat Ancaman Bom Palsu, Pesawat Scoot Dikuntit F-15SG dan Tunda Penerbangan Ke Thailand

“Kami memindai pendahulunya dan menemukan bahwa dia adalah seorang pengusaha. Catatan masa lalunya juga diperiksa. Pemeriksaan medis menegaskan bahwa dia mabuk. Dia dipesan di bawah Bagian 505b KUHP India untuk menciptakan gangguan dan kepanikan dan diproduksi di pengadilan 505b. Tindakan lebih lanjut sedang diambil,” kata Wakil komisaris polisi (IGIA), Sanjay Bhatia.

Bandara Delhi berada di siaga tinggi berikut masukan dari kemungkinan serangan teror karena mendekati Hari Kemerdekaan. Tim tanggap cepat tambahan telah dikerahkan dan pasukan anti-teror Kepolisian Delhi juga siaga tinggi.