Dibandrol Rp2,4 Juta, Volvo Hadirkan Sepatu Kets Ramah Lingkungan

0
Volvo kets

Setelah belum lama ini meluncurkan masker anti Covid-19, pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo, kembali berencana untuk merilis produk non aksesoris otomotif. Persisnya guna memeriahkan Hari Bebas Mobil Sedunia yang jatuh pada 22 September mendatang, Volvo kolaborasi Casca meluncurkan sepasang sepatu kets ramah lingkungan.

Baca juga: Volvo Jual Masker Batik Reusable Ramah Lingkungan dengan Fitur Anti Mikroba

Rancangan sepatu kets ini tentu rancangan dan filosofi tersendiri, yaitu desainnya terinspirasi mobil listrik XC40 Recharge. Dengan cita rasa produk Swedia yang terkenal ramah lingkungan, maka 10 persen solnya terbuat dari ban daur ulang. Ini adalah yang pertama bagi Casca membuat tema otomotif dari sepatu tersebut. Sol bukan satu-satunya sentuhan ramah lingkungan, pasalnya bagian atas sepatu ternyata terbuat dari tujuh botol plastik daur ulang.

Bahan ini telah diubah menjadi benang, yang membuat sepatu “rajut yang fleksibel dan bernapas.” Menggambarkan jati diri bangsa, pada sepatu kets ini juga disematkan bendera Swedia kecil serta garis dan panel yang dirancang untuk mengingatkan lampu depan Thor’s Hammer.

Pada prinsipnya, antara Volvo dan Casca sama-sama mengedepankan ide ramah ligkungan, dan kedua peusahaan telah punya andil dalam mendukung green technology. Casca memiliki komitemen membuat semua bagian atas rajutan mereka dari bahan daur ulang atau terbarukan pada tahun 2022. Sementara Volvo hanya menggunakan listrik dan akan meningkatkan penggunaan bahan daur ulang serta berbasis bio di kendaraan mereka.

Sepatu kets edisi khusus ini dijual secara terbatas, untuk harganya, sepasang sepatu ini akan dilepas ke pasaran pekan depan dengan harga US$168 atau sekitar Rp2,4 juta. Nah, apakah Anda tertarik, yuk selalu pantau situs Volvo.

Baca juga: Cukup Sekali Pengisian, Mobil Listrik Volvo Bisa Menjelajah Hingga 999 Km

Kilas balik pada Juni 2021, Volvo Car Malaysia meluncurkan koleksi masker wajah anti mikroba untuk mendukung masyarakat lokal dalam menghadapi kesulitan akibat Covid-19. Setiap masker wajah terbuat dari 100 persen katun, anti bakteri, anti air dan memberikan perlindungan hingga 100 kali pencucian lembut. Nano teknologi digunakan untuk mengurangi penetrasi tetesan yang terkontaminasi dan mencegah kemungkinan infeksi kain oleh virus atau bakteri.