Dilarang Bersandar di Pintu Kereta? Ini Dia Penjelasannya!

Berdesak-desakan di kereta api nampaknya sudah bukan jadi satu hal yang aneh lagi di Indonesia, apalagi ketika jam sibuk mulai menderu. Penumpang demi penumpang terus memaksa masuk ke dalam rangkaian agar tidak terlambat sampai tujuan, tanpa memperdulikan kondisi hingga keselamatan dirinya sendiri dan penumpang lainnya. Ironisnya lagi, kejadian ini terus berulang selama kalender tidak berhenti di ‘tanggal merah’.

Baca Juga: Beginilah Gaya Tidur Penumpang Kereta Komuter di Jepang

Bahkan, jaringan perkeretaapian Jepang sampai-sampai mempekerjakan seorang ‘juru dorong’ di setiap stasiun guna memadatkan penumpang di dalam gerbong. Tentu saja, kondisi seperti ini sudah menyalahi beberapa aturan yang berlaku, salah satunya adalah larangan berdiri di dekat pintu kereta. Padahal, bukan tidak mungkin spot ini menjadi titik kecelakaan yang mampu menghilangkan nyawa penumpang.

Salah satu bahaya yang mengancam penumpang yang berdiri atau bersandar di dekat pintu kereta adalah terjatuh ketika pintu terbuka. Semisal si penumpang tengah tidak fokus ketika si ular besi sampai di sebuah stasiun dan pintu terbuka, dikhawatirkan penumpang tersebut akan jatuh dan terluka. Ketika utamanya larangan berdiri di dekat pintu ditujukan untuk keselamatan penumpang, ternyata ada alasan lain terkait pengadaan larangan ini.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman londonist.com, pintu otomatis yang berada di kereta dewasa ini pada umumnya sudah tersematkan beberapa teknologi canggih di dalamnya. Tanpa mengurangi rasa nyaman penumpang yang bersandar di pintu kereta, ternyata alasan di balik pengadaan larangan ini adalah dikhawatirkan teknologi canggih tersebut akan rusak jika disandari oleh penumpang.

Rusaknya teknologi tersebut akan mengakibatkan pintu seolah tidak bisa mengidetifikasi apakah ada benda yang menghalangi di jalur pintu atau tidak. Semisal ada penumpang yang belum sepenuhnya masuk atau keluar dari rangkaian dan sialnya teknologi tersebut rusak, maka ketika masinis sudah menekan tombol penutup pintu, sensor pintu tersebut tidak akan mendeteksi ada objek yang menghalangi. Penumpang pun bisa terjepit terseret rangkaian.

Baca Juga: Mengenal Polsuska, Penegak Peraturan di Kereta Api

Demi terciptanya keamanan dan kenyamanan ketika menggunakan kereta komuter dimana pun, ada baiknya Anda tetap mematuhi semua peraturan yang sudah dibuat oleh operator kereta. Diberlakukannya peraturan-peraturan tersebut semata-mata ditujukan untuk keselamatan penumpang.