Dirumahkan, Pramugara ini Sukses Cuan Besar dari Bisnis ‘Dapur Hantu’

0
Pramugara Nicholas Alston sukses banting setir menjadi pebisnis kuliner usai di PHK. Foto: CNBC International

Terkena PHK sementara atau cuti tanpa dibayar tak menyulutkan semangat hidup pramugara berusia 27 tahun, Nicholas Alston. Alih-alih depresi karena meratapi kehilangan pekerjaan, ia justru bangkit sukses berbisnis kuliner dengan brand Clutch Handheld Breakfast.

Baca juga: Lika-liku Pramugari Terdampak Covid-19, Banting Setir Jadi Perawat dan Pilot

Sejatinya, pramugara dari maskapai yang tak disebutkan dengan gamblang itu baru bekerja setahun. Sebelum bergabung menjadi pramugara, ia sudah bergelut di bidang kuliner dengan menjadi manajer di sebuah food truck yang menjual penganan Jerman. Ketika itu, ia hanya dibayar sebesar US$15 per jam.

Namun, di tengah perjalanan, ia diperkenalkan dengan profesi pramugari/pramugara. Ia mengaku diceritakan betapa nikmatnya jadi kru pesawat, gaji besar mencapai US$45 per jam, bonus, waktu fleksibel, dan bisa keliling dunia gratis, bahkan dibayar.

Setelah meriset, ia akhirnya mengirim lamaran ke enam maskapai di Amerika Serikat (AS) dan berhasil mencapai tahap selanjutnya di dua maskapai. Ia akhirnya diterima di salah satu maskapai dan menjalani pelatihan selama delapan pekan sebelum menjalani debut penerbangan pertama pada tahun 2019.

Di awal-awal, ia mendapat gaji sebesar US$35 per jam dan berharap bisa mencicipi gaji sebesar US$69 per jam seiring berjalannya waktu. Selama bekerja sebagai pramugara, ia berhasil mencatat 100-120 jam terbang per bulan, tergolong tinggi dibanding rata-rata penerbangan paling minim sekitar 65 jam per bulan.

Sebelum terkena PHK sementara pada November 2020, Alston sebetulnya sudah berminat untuk nyambi bisnis kuliner di pertengahan tahun. Saat itu, ia sudah mempunyai modal sekitar US$28.000. Tetapi, ia sadar bahwa itu masih belum cukup untuk memulai bisnis kuliner berupa food truck. Alhasil, ia terus fokus menjadi pramugara.

Namun, setelah terkenal PHK, ia mau tak mau banting setir ke dunia bisnis. Karena modal berbisnis kuliner berbasis food truck tidak cukup, ia akhirnya membuka apa yang disebut sebagai dapur hantu.

Dilansir CNBC International, dapur hantu ini sebutan untuk sejenis dapur sekaligus toko yang disewa Alston untuk menjalankan bisnis kulinernya dengan brand Clutch Handheld Breakfast. Disebut dapur hantu, sebab, pelanggan tak disediakan tempat untuk makan di tempat dan hanya boleh untuk take away.

Baca juga: Viral! Mantan Pilot Kerja Serabutan Jadi Tukang Antar Paket dan Kuli Bangunan Usai Dipecat

Selama delapan bulan setelah November, ia fokus di bisnis ini. Pendapatannya pun tergolong menggiurkan, mencapai US$760 per enam hari membuka restoran. Sayangnya, ia tak terlalu mau buka-bukaan soal pendapatan totalnya selama dirumahkan sampai ia kembali terbang mulai Mei lalu.

Meski begitu, ie menyebut bisnis kulinernya saat ini belum begitu greget lantaran belum mencapai konsep yang diinginkannya. Karena itu, ia bertekad untuk tetap terus terbang sambil mengumpukan uang dan kelak membeli trailer untuk membuka food truck Clutch Handheld Breakfast.