Disebut Kereta Setan, Benz Victoria Phaeton Jadi Tonggak Sejarah Mercedes-Benz di Indonesia

0
Benz Victoria Phaeton mobil pertama yang ada di Indonesia (Foto: louwmanmuseum)

Siapa yang tak kenal dengan Mercedes-Benz? Sepertinya tidak mungkin tidak kenal. Sebab merek mobil asal Jerman ini cukup banyak digunakan di Indonesia baik bus ataupun kendaraan roda empat milik pribadi. Namun tahukah Anda bahwa Mercedes-Benz pertama hadir di Indonesia disebut dengan ‘Kereta Setan’?

Baca juga: Roma Bakal Terima 100 Bus Listrik Hibrida Citaro dari Mercedes-Benz

Julukan ini karena saat itu kendaraan yang populer dan digunakan sebagaian masyarakat Jawa adalah sebuah kereta yang ditarik kuda. Sehingga saat mereka melihat kereta yang berjalan sendiri tanpa ditarik seekor kuda menjadi tidak lazim dan unik.

Hal ini membuat orang Jawa menyebut Benz Victoria Phaeton sebagai Kereta Setan. Mobil ini hadir pertama kali di Indonesia dan pemiliknya adalah Pakubuwono X, Raja dari Kesultanan Surakarta pada tahun 1894. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, kehadiran Benz Victorian Phaeton saat itu menjadi moda transportasi mewah dengan teknologi yang maju.

Benz Victorian Phaeton dibeli oleh Pakubuwono X dengan memesan dari Pröttle & Co., sebuah perusahaan yang berlokasi di Passer Besar di Surabaya. Mobil tersebut diimpor dari Eropa senilai 10 ribu Gulden. Mobil tersebut memiliki tenaga 5 hp, mesin satu silinder dengan perpindahan 2,0 liter dan dilengkapi dengan ban karet yang keras.

Kemudian mobil Daimler yang pertama kali hadir 13 tahun kemudian, yakni pada tahun 1907. Di mana kendaraan tersebut bernama Britze Daimler, yang ditenagai oleh mesin 4 silinder 45 hp. Bahkan inilah yang menjadi awal sejarah eksistensi Mercedes-Benz di Tanah Air.

Pada tahun 1934, Mercedes-Benz Tipe 500 K yang menggunakan supercharger masuk ke Indonesia. Mobil ini memiliki tenaga mesin 8 silinder dengan kapasitas 5,0 liter. Tanpa supercharger, tenaga maksimum yang dihasilkan yakni 100 hp. Namun dengan supercharger, daya ditingkatkan hingga tenaga maksimum mencapai 160 hp.

Mercy 500 K ini mencapai kecepatan tertinggi 160 km per jam, ini merupakan suatu hal yang luar biasa untuk kendaraan buatan 1930-an yang berbobot cukup berat. Tahun 1970 PT Star Motors Indonesia yang merupakan hasil joint venture antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas didirikan sebagai agen tunggal produk Daimler-Benz di Indonesia.

Pada tahun yang sama, pabrik perakitan baru PT German Motor Manufacturing dibangun untuk produksi produk Daimler-Benz. Pada tahun 1971, pabrik di Tanjung Priok, Jakarta, memulai produksi massal kendaraan komersial, Mercedes-Benz 911. Produksi truk kemudian diikuti oleh perakitan bus dan mobil penumpang.

Pada tahun 1973, PT German Motor Manufacturing memulai produksi Mercedes-Benz 200, 240 D dan 280 dari seri kendaraan W 115. Untuk mengakomodasi pertumbuhan produksi mobil penumpang dan kendaraan niaga, Mercedes-Benz mulai beroperasi di pabrik perakitan lokal baru yang berlokasi di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat pada tahun 1982.

Baca juga: 40 Tahun Lalu, Mercedes-Benz Luncurkan Airbag dan Sabuk Pengaman Pada S-Class

Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, merupakan perakitan lokal PT Mercedes-Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing di Indonesia, saat ini pabrik telah merakit mobil penumpang (tipe C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS), truk (Axor) dan sasis bus.






















LEAVE A REPLY