Disinyalir Rindu Keluarga, Mahasiswa Paruh Waktu ini Coba Curi Pesawat!

Sumber: youtube

Rasa rindu yang mendalam terhadap keluarga memang kerap kali dirasakan oleh para perantau, terlebih jika mereka tengah dalam masa pendidikan dimana mereka hanya bisa pulang (mungkin) setahun sekali – tentu rasa rindu tersebut akan semakin pelik.

Nah, hal inilah yang terjadi pada seorang mahasiswa penerbang berusia 22 tahun bernama Nishal Sankat. Rasa rindu yang mendalam terhadap keluargnya di Trinidad and Tobago berujung pada dirinya yang terpaksa dibekuk petugas keamanan bandara. Lho, kok bisa?

Baca Juga: Bawa Kabur Bombardier Dash 8 Q400, Nasib Ground Crew Horizon Air Berakhir Nahas

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman wftv.com (20/9/2018), Nishal yang sebelumnya tengah mengemban ilmu di Florida Institute of Technology sebagai mahasiswa paruh waktu tertangkap basah oleh petugas keamanan Bandara Internasional Melbourne karena berusaha untuk membawa kabur sebuah Airbus A321, Kamis (20/9/2018).

Pada Kamis pukul 01.30 dini hari waktu setempat, Nishal yang mengendarai sebuah mobil lalu memarkirkan kendaraannya di luar terminal Bandara Internasional Melbourne. Alih-alih masuk layaknya penumpang kebanyakan, ia malah berlari menyusuri rumput dan melompat pagar bandara tersebut untuk sampai di ruang kokpit pesawat ber-livery American Airlines.

Nishal Sankat. Sumber: wftv.com

Diketahui, pesawat itu tengah dalam fase pemeliharaan rutin. Petugas keamanan bandara yang melihat Nishal langsung mencegahnya agar tidak masuk ke dalam pesawat. Melihat kejadian ini, petugas bandara langsung berusaha untuk menelepon pihak kepolisian bandara, yang diteruskan kepada Departemen Kepolisian Melbourne.

Nishal yang sempat dicegah untuk masuk ke dalam pesawat oleh dua petugas bandara tadi sempat memberikan perlawanan dan tetap berusaha untuk masuk ke dalamnya. “Petugas bandara tersebut sempat menanyakan lencana Nishal, namun ia tidak bisa menunjukkannya,” ujar salah satu pihak berwajib, Lori Booker.

Setelah diamankan di samping salah satu hanggar, Nishal lalu digelandang menuju kantor polisi guna intergorasi lebih lanjut.

Adapun dampak dari kejadian ini adalah pemberhentian sementara aktivitas di bandara selama beberapa waktu sampai situasi kembali kondusif. Guna mencari informasi lebih dalam, pemecahan petugas pun dilakukan. Ada yang memeriksa kendaraan yang dibawa oleh Nishal, dan ada juga yang memeriksa tempat kediaman Nishal.

Satu hal mengejutkan diterima pihak kepolisian yang memeriksa tempat tinggal dari Nishal yang berupa asrama. Menurut penuturan rekan sekamar Nishal, “Ia hanya ingin pulang. Itu saja,” tuturnya tanpa membongkar identitasnya. “Nishal merupakan anak yang baik,” tandasnya singkat.

Baca Juga: Pembajakan Pesawat Terlama, 39 Hari Kelam Penumpang El Al Flight 426

Beruntung, “Nishal tidak memiliki catatan kriminal apapun,” tutur salah satu petugas kepolisian yang menangani kasus ini. Kendati begitu, petugas menemukan beberapa pelanggaran dari Nishal, seperti ketidakcocokan visa, pelanggaran pidana, dan tuduhan mencuri pesawat.

Selama masa interogasi, pihak kepolisian mengatakan Nishal sangat kooperatif dan itu merupakan modal supaya proses tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama. Malang bagi Nishal, akibat tindakan nekatnya ini, ia terpaksa harus mendekam di Penjara Brevard County hingga pengadilan memutuskan ujung dari kasus ini.