Ditemukan Keretakan Pada Sayap, Airbus A380 Harus ‘Keliling Dunia’ untuk Reparasi

Airbus A380 milik Qantas. Sumber: Sam Chui

Manufaktur pesawat kenamaan asal Eropa, Airbus dikabarkan akan melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap varian A380 dari sejumlah maskapai. Pengecekan ini merupakan tindak lanjut dari laporan pihak maskapai yang menyebutkan bahwa terdapat sejumlah titik yang mengalami keretakan pada bagian sayap. Dikhawatirkan, bagian yang retak ini akan mengganggu pengoperasian pesawat.

Baca Juga: Sukhoi KR-860, ‘Kembaran’ Airbus A380 yang Tak Pernah Mengudara

Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa mengatakan bahwa titik yang mengalami retak tersebut dapat mengurangi integritas struktural sayap jika tidak lekas diperbaiki. Kendati terdengar menyeramkan, namun Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa mengatakan bahwa unit pesawat yang mengalami keretakan tidak perlu melakukan grounded massal (seperti Boeing 737 MAX), melainkan harus segera diperbaiki yang dibarengi dengan pemeriksaan terjadwal.

Sebagaimana yang dilansir KabarPenumpang.com dari laman bloomberg.com (10/7/2019), pengecekan awal ini dimulai dengan memeriksa 25 unit pesawat yang dioperasikan oleh Emirates, Qantas, dan Singapore Airlines. Jika menilik kejadian yang terjadi tujuh tahun lalu, Airbus menghabiskan jutaan dollar untuk proses perbaikan dan perawatan satu unit pesawat penumpang terbesar di dunia yang mengalami permasalahan yang serupa – retak pada bagian sayap.

Menurut salah seorang juru bicara Airbus, retakan ditemukan pada bagian spar sayap belakang, namun pihaknya menyebutkan bahwa retakan tersebut tidak akan mengganggu pengoperasian pesawat secara menyeluruh.

“Keamanan armada terkait tidak terpengaruh (akibat adanya retak),” tuturnya.

Qantas Airways yang memiliki 12 unit varian A380 mengatakan bahwa retak pada bagian sayap ini ditemukan di enam unit armadanya, dan dua diantaranya telah selesai diperbaiki. Sementara untuk Singapore Airlines, maskapai asal Singapura ini menyatakan bahwa empat dari 19 unit A380 yang dimilikinya harus diperiksa lebih mendalam oleh pihak Airbus.

Baca Juga: Dinilai Kurang Efisien, Akankah Airbus A380 Berjaya 20 Tahun Mendatang?

Untuk memeriksa keretakan ini, pihak maskapai harus menggunakan metode pengujian ultrasonik, dan semisal pihak maskapai menemukan ada bagian yang retak, maka Airbus menghimbau agar pihak maskapai terlebih dahulu melakukan perbaikan sebelum melanjutkan pengoperasian dari pesawat terkait.

Selain tiga nama maskapai di atas, A380 yang dioperasikan oleh Lufthansa, Air France, dan maskapai charter Hi Fly juga masuk ke dalam daftar pesawat yang perlu diperiksa secara mendalam.