Diterjang Gelombang Panas Ekstrem, Korea Selatan Turunkan Laju Kecepatan Kereta

0
Jembatan retak di Korea Selatan akibat gelombang panas (Korea Joongang Daily)

Suhu panas ekstrem ternyata tak hanya melanda negara-negara di Benua Eropa, tetapi di belahan dunia lain, seperti Korea Selatan, kini juga tengah menghadapi terjangan gelombang panas. Selain membawa dampak bagi kesehatan manusia, gelombang panas juga membawa pengaruh langsung pada layanan transportasi, khususnya pada jaringan rel kereta.

Baca juga: Di Korea Selatan, Bangunkan Penumpang di KRL Bisa Dapat Kopi Gratis!

KabarPenumpang.com melansir dari koreajoongangdaily.joins.com (31/7/2018), The Korea Railroad Corporation (Korail) harus menunda dua jadwal keberangkatan kereta KTX dari Seoul ke Busan pada pukul 08.05 pagi waktu setempat hari Senin (30/7/2018) kemarin setelah menemukan dampak gelombang panas yang meluas hinga dekat Stasiun Geumcheon-gu di Seoul Selatan. Adapun dua kereta lainya ditunda sekitar 10-30 menit dan pukul 09.30 pagi waktu setempat Korail mengumumkan bahwa semua kereta kembali berjalan normal.

Korail sendiri mengatakan, pihaknya mencurigai panas ekstrem membuat beberapa jalur rel memuai dan menjadi lebih lebar. Tetapi mereka masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari tahu apa yang terjadi. Selain itu, peringatan gelombang panas terus disiarkan sejak 11 Juli 2018 kemarin. Peringatan gelombang panas sendiri dikeluarkan setelah suhu diperkirakan melebihi 33 derajat Celcius selama dua hari lebih.

Kemudian peringatan gelombang panas juga dikeluarkan ketika suhu mencapai lebih 35 derajat Celcius selama lebih dari dua hari. Pada 23 Juli 2018, Korail sampai harus membatasi kecepatan kereta cepatnya di Gyeongbu High Speed Railway hingga 70 km per jam setelah mendapat konfirmasi jalur baja antara Stasiun Cheonan-Asan di Chungcheong Selatan dan Stasiun Osong di Chungcheong Utara terpapar gelombang panas hingga 61,4 derajat Celcius.

Korail sendiri memperlambat keretanya di jalur kereta cepat Gyeongbu hingga 230 km per jam pada 20 Juli. Menurut Korail, melambatnya kereta api hingga 70 km per jam pada 23 Juli adalah pertama kalinya bahwa perusahaan harus menerapkan peraturan itu.

Sekitar 16 kereta ditunda di jalur antara Stasiun Cheonan-Asan dan Stasiun Gwangmyeong di Gyeonggi pada Minggu malam selama sekitar satu jam setengah, setelah sistem komunikasi lokal gagal. Korail mengatakan secara tentativ menyimpulkan bahwa panas bukanlah penyebab kegagalan sistem.

Baca juga: Banyak Masinis Sakit dan Efek Gelombang Panas, Kereta Komuter Sydney Menghadapi Masalah

Panas yang tak henti-hentinya juga menyebabkan retaknya bagian jalan yang di aspal. Sebuah pipa air yang dipasang di sepanjang jembatan di Distrik Bundang, Gyeonggi, rusak Minggu malam. Pipa, dipasang di sepanjang jembatan dengan lebar 20 meter dan lebar 25 meter, pecah sekitar pukul 10.14 waktu setempat.

Pihak kepolisian mengatakan untungnya tidak ada korban cedera. Pipa itu diperbaiki tetapi jembatan telah ditutup sejak itu. Polisi mengatakan panas yang ekstrim mungkin menyebabkan pondasi patah di dalam aspal jembatan, yang mungkin telah retak pipa. Dan ketika pipa itu pecah, air yang keluar itu mungkin telah meretakkan permukaan jalan aspal lebih jauh, kata polisi. Pemerintah setempat memeriksa jembatan dan pipa pada Senin pagi.

Leave a Reply