Diterpa Gelombang Panas, Dubai Buat Hujan Buatan dengan Drone

0
Gelombang panas di Dubai, teknologi hujan buatan dihadirkan (tribunnews.com)

Pemanasan global berdampak pada musim yang terjadi di dunia seperti beberapa musim yang tak menentu hingga cuaca ekstrem yang menyebabkan berbagai hal. Seperti yang baru terjadi di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Baca juga: Pastikan Keamanan Penumpang, Drone 5G Patroli di Jalur Kereta Cepat Beijing-Shanghai

Saat ini Dubai tengah mengalami gelombang panas di musim panas. Bahkan di musim panas ini suhu mencapai 120 derajat Fahrenheit atau 49 derajat Celcius. Menurut Pusat Meteorologi Nasional UEA, karena gelombang panas ini, maka curah hujan ditingkatkan dengan operasi penyemaian awan di negara Teluk itu.

Karena hal ini, kemudian Pusat Meteorologi Nasional UEA melakukan operasi penyemaian awan. Hal tersebut merupakan misi berkelanjutan untuk menghasilkan curah hujan di negara Timur Tengah yang memiliki curah hujan rata-rata hanya empat inci.

KabarPenumpang.com mengutip dari Independent (22/7/2021), operasi penyemaian awan bekerja melalui pesawat berawak yang menembakkan bahan kimia, seperti perak iodida ke awan untuk menyebabkan peningkatan curah hujan. Hujan deras menyebabkan air terjun muncul di kota Al Ain dan membuat kondisi mengemudi berbahaya.

Uniknya salah satu sistem yang akan diuji coba di UEA adalah menggunakan drone dengan menembakkan muatan listrik ke awan untuk meningkatkan curah hujan. Proyek ini dipimpin oleh para peneliti di University of Reading di Inggris.

Profesor Maarten Ambaum, yang mengerjakan proyek tersebut, mengatakan pada Maret bahwa UEA memiliki awan yang cukup untuk menciptakan kondisi yang kondusif untuk hujan. Proyek ini mencoba membuat tetesan air berkumpul dan menempel ketika mereka menerima aliran listrik, “seperti rambut kering ke sisir”.

Baca juga: Inggris Mulai Uji Coba Drone Kargo ke Kepulauan Terpencil, Indonesia Kapan?

“Ketika tetesannya menyatu dan cukup besar, mereka akan jatuh sebagai hujan”, kata Prof Ambaum.

Menerapkan kejutan listrik ke awan lebih disukai karena tidak memerlukan penggunaan bahan kimia.






















LEAVE A REPLY