Dugaan Kartel Mencuat, KPPU Selidiki Kasus AirAsia dan ‘Online Travel Agent’

Sumber: Tribun

Hilangnya tiket AirAsia dari online travel agent (OTA) kini memasuki babak baru. Saat ini Direktur Utama AirAsia Indonesia, Dendy Kurniawan tengah menelan kekecewaan karena tiket maskapai AirAsia sejak 2 Maret kemarin tak mendapat kepastian dan kemudian mencabut penjualan tiket di OTA terbesar tanah air yakni Traveloka.

Baca juga: AirAsia ‘Hilang’ dari Traveloka dan Tiket.com, Alasan Teknis atau Ada Tekanan?

Pencabutan penjualan tiket AirAsia sendiri karena kecewa saat Traveloka mengarahkan pembeli untuk menggunakan maskapai lain. Dirangkum KabarPenumpang.com dari berbagai laman sumber, adanya dugaan kartel ini karena tekanan dari Garuda Indonesia dan Lion Air mulai Februari lalu. Apalagi saat itu harga tiket kedua maskapai tersebut sedang berada di kisaran batas atas atau harga tertinggi.

Tak hanya itu dugaan kartel tersebut semakin menguat setelah seorang pekerja OTA yang berbicara pada pihak kumparan.com. Dimana seorang pekerja OTA yang tak mau disebutkan namanya itu mengatakan Dirut Garuda Indonesia Ari Askhara dan CEO Lion Air Group Rusdi Kirana berada di dalam ruangan saat travel agent berkumpul.

“Ada tekanan dari Garuda dan Lion (ke agen travel online) mulai Februari. Travel agent dipanggil Rusdi Kirana. Di ruangan itu, ada juga Dirut Garuda Pak Ari. Travel agent mau jual semua (tiket pesawat dari semua maskapai), tak ingin ada soal menang atau kalah. Tapi ada tekanan dari petinggi (maskapai),” ujar Carlos.

Dia mengatakan bila para travel agent masih menjual tiket AirAsia, maka dua maskapai besar itu menarik tiket mereka. Namun adanya pertemun dua petinggi maskapai besar di Indonesia tersebut dibantah oleh VP Corse Garuda Indonesia Ikhsan Rosan.

“Nggak ada (pertemuan itu). Saya nggak pernah dengar,” ujar Ikhsan.

Karena hal ini Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah menyelidiki kasus dugaan kartel tersebut. Saat ini pihak KPPU sendiri sudah melakukan pemanggilan terhadap maskapai berbiaya hemat (LCC) AirAsia Indonesia. Adapun pemanggilan ini dilakukan setelah selesainya digelar dua rapat tertutup yakni rapat koordinasi dan komisi oleh KPPU.

“AirAsia sudah dipanggil, menurut informasi mereka minta di-re-schedule,” kata Komisioner KPPU Chandra Setiawan.

Chandra mengaku tidak mengetahui kapan rencana pemanggilan selanjutnya dilakukan. Saat ini, KPPU terus menyelidiki dugaan kartel tiket pesawat yang dilakukan AirAsia yang terjadi sejak Januari lalu. Selain dugaan kartel harga tiket pesawat, Chandra menegaskan, akan menyelidiki tekait hilangnya tiket AirAsia di Online Travel Agent (OTA) yaitu Traveloka dan Tiket.com.

“Permintaan keterangan dalam rangka harga tiket. Tapi sekalian akan ditanyakan (hilangnya penjualan tiket di OTA),” kata dia lagi.

Sebelumnya, Direktur Niaga AirAsia Indonesia Rifai Taberi mensinyalir dugaan kecurangan terkait hilangnya tiket AirAsia secara tiba-tiba. Pihaknya pun menyatakan akan kooperatif jika nantinya KPPU memanggil mereka terkait hal ini.

Baca juga: Punya Kinerja yang Menggiurkan, AirAsia Indonesia Berniat Akuisisi Citilink

“Tapi kami serahkan ke KPPU, kan KPPU yang berwenang mengawasi persaingan usaha. Silakan tapi kami akan kooperatif kalau kami dimita menjadi saksi atau narasumber. (Kami) siap untuk support,” katanya.