Dukungan Maskapai Nasional Mampu Sukseskan Bisnis Restoran Indonesia di Luar Negeri

Rendang, salah satu masakan favorit di dunia

Nasi goreng, rendang, sate, gado-gado adalah makanan khas Indonesia yang cukup terkenal di dunia. Bahkan rendang menjadi salah satu dari 50 makanan terenak di dunia. Tak hanya itu, masih banyak makanan khas Indonesia lain yang kondang di seluruh dunia. Namun, ironisnya belum banyak restoran bercita rasa kuliner Indonesia di luar negeri. Bila pun ada, kebanyakan seperti di Eropa, Amerika Serikat dan Australia tidak berumur panjang.

Baca juga: Suka Makanan Minang? Citilink Hadirkan Nasi Kapau Untuk Kuliner di Udara

Beberapa contoh seperti Es teller 77 dan beberapa restoran lainnya memang telah berdiri di luar negeri. Es Teler 77 kini masih buka  di Melbourne, sementara di Sydney sudah lama tutup. Selain cenderung tak berumur lama, harga yang ditawarkan restoran Indonesia di luar negeri umumnya cukup mahal.

Bila di telisik, makanan khas Asia Tenggara lainnya seperti milik Thailand dan Vietnam justru bertahan. Jadi, kenapa restoran Indonesia sulit bertahan di luar negeri? Ternyata jawabannya adalah kurangnya pasokan bahan yang terutama adalah bumbu untuk makanan tersebut.

Dikutip KabarPenumpang.com dari laman tempo.co (8/12/2018), Presiden Indonesian Diaspora Business Council, Fify Manan mengaku para pengelola restoran khas Indonesia sulit mendapat bahan-bahan untuk masakan mereka. Menurutnya ini salah satu masalah yang sering dihadapi pebisnis restoran Indonesia di luar negeri dan harus segera dicarikan solusi terbaiknya.

“Kadang mereka (pemilik restoran) terpaksa mengganti bumbu dengan bahan lain yang lebih mahal. Akibatnya rasa masakannya bukan hanya kurang otentik, tapi juga harganya pun jadi lebih mahal,” ujar Fify.

Dia mengatakan bertahannya restoran Thailand di luar negeri karena maskpai nasional mereka yakni Thai Airways membantu untuk memasok bumbu dan bahan-bahan makanan untuk mendukung bisnis restoran masakan negara itu di luar negeri. Fify mengusulkan, agar cara ini pun ditiru oleh maskapai Indonesia yang mengoperasikan rutenya ke luar negeri.

Menurutnya, bila maskapai Indonesia mengikuti cara Thailand untuk memanfaatkan peluang dengan ikut ambil bagian dalam penyuplaian bumbu maskan khas Indonesia ke sejumlah negara di dunia, restoran tersebut mampu bertahan. Fify mengaku akan membuka restoran WIN Grill & Gastrobar di Atlanta, Georgia, pada awal 2019 dan ini bukan restoran fine dining dan bukan pula restoran tradisional Indonesia, melainkan restoran upscale yang dapat dinikmati oleh banyak kalangan.

“Selain restoran akan ada House of Indonesia yang berisi berbagai macam kerajinan dan produk-produk khas Tanah Air,” kata Fify.

Baca juga: Dengan Santan, AirAsia Tawarkan ‘Restoran’ Cepat Saji dalam Penerbangan

Fify berharap dengan mengkombinasi restoran dan produk kreatif, masyarakat di sana tidak hanya menikmati masakan Indonesia, tapi juga mengetahui kekayaan budaya Nusantara yang luar biasa keragamannya. “Indonesia sangat kaya industri kreatif”.