(Lagi) Keributan di MRT Singapura: Warganet Justru Anggap Sebagai ‘Hiburan’

Bagi warga Singapura keberadaan MRT (Mass Rapid Transit) sudah menjadi keseharian, bahkan bisa disebut sistem MRT adalah urat nadi transportasi di negeri Pulau tersebut. Mungkin ditambah dengan keseharian yang serba teratur dan tepat waktu, menjadikan warga Singapura kerap dilanda jenuh, seperti halnya jenuh yang melanda para penumpang SMRT. Saking butuhnya ‘hiburan’ maka ada sedikit ‘peristiwa’ yang membuat heboh di MRT bisa langsung cepat di viralkan.

Baca juga: Hanya Karena Kejatuhan Ponsel di MRT, Wanita ini Emosi dan Minta Ganti Rugi

Setelah sebelumnya ada wanita di MRT yang ngamuk lantaran kakinya kejatuhan ponsel, maka kemarin jagad media sosial di Singapura kembali dibuat heboh, lantaran terjadi aksi nyaris saling baku hantang yang melibatkan dua pria di salah satu gerbong SMRT. Seperti yang berhasil di video-kan selama 40 detik di Facebook, seorang pria Tionghoa bersitegang dengan pria bertampang kaukasia. Selain saling mengumbar cacian dan umpatan, sempat sang pria Tionghoa berusaha menyerang pria kaukasia dengan payung.

Bila tidak ada seorang wanita yang menengahi, mungkin baku hantam akan benar-benar terjadi. Peristiwa ini dilaporkan terjadi di jalur North East Line. Uniknya kebanyakan warganet di Singapura menyikapi insiden di video tersebut sebagai sebuah drama, bagian dari hiburan dari rutinitas di Singapura yang kerap membuat jenuh.

Baca juga: Dua Pria Terlibat Duel Sengit di Gerbong SMRT, Kepolisian Masih Selidiki Penyebabnya

Kejenuhan ditambah stress yang diperparah trafik kereta yang padat kerap membuat gesekan psikologis penumpang transportasi. Beragam cara dilakukan untuk menghilangkan kejenuhan pengguna MRT di Singapura, seperti belum lama ini penumpang yang mau mendapatkan tiket MRT gratis harus melakukan 20 squat dalam waktu 40 detik. Kampanye Prudential Singapura ini sendiri ingin mendorong warga Negara berlambang Singa untuk tetap sehat seiring bertambahnya usia.