Dulu Kirim Kilatan, Kini Alien Makin Agresif Kirim Sinyal Misterius ke Bumi

0
Ilustrasi Galaksi. Foto: New York Post

Sejak pertama kali dideteksi pada 2007 di bagian langit tertentu dan memancarkan banyak kilatan ke bumi, pesan dari peradaban lain di luar bumi secara bertahap terus menerus muncul. Tahun 2015 lalu, sebuah lonjakan sinyal radio yang berasal dari sebuah bintang mirip Matahari telah menarik perhatian sejumlah astronom. Sinyal tersebut diduga berasal dari sebuah bintang bernama HD 164595 yang terletak di konstelasi Hercules, sekitar 95 tahun cahaya dari Bumi.

Baca juga: Masih Misterius, Penyidik Perancis Curigai Adanya Peran Entitas Ketiga di Insiden Hilangnya MH370

Kal itu, para ilmuwan memperkirakan, sinyal tersebut merupakan hasil dari fenomena alam seperti microlensing, di mana gravitasi bintang menjadi lebih kuat dan memfokuskan sinyal di tempat lain. Namun, mereka belum dapat memastikan dari mana asal-muasal sinyal tersebut. Lebih lanjut, para astronom juga telah meminta SETI (Search for Extraterrestrial Intelligence) untuk melihat lebih dekat apakah sinyal radio itu merupakan pesan dari makhluk ekstraterestrial.

Belum juga selesai menjawab persoalan tersebut, sinyal misterius atau biasa juga disebut fast radio bursts (FRB) kembali terdeteksi. Tercatat hingga 2019 lalu, sinyal aneh yang berjarak hingga miliaran tahun cahaya tersebut, sudah mencapai 52 sumber FRB.

Lagi-lagi, belum pecah misteri tersebut, baru-baru ini ilmuan kembali menerima sinyal misterius dari luar bumi. Berbeda dari sebelumnya, ilmuan kali ini menerima sinyal yang lebih masif, setiap empat hingga 12 hari.

Dikutip KabarPenumpang.com dari sciencealert.com, Jumat, (14/2), salah satu ciri khas sinyal misterius sebetulnya secara model mereka tidak dapat diprediksi. Mereka (sinyal tersebut) bersendawa melintasi kosmos tanpa sajak atau alasan, tanpa pola yang jelas, membuat ilmuan kesulitan mempelajari apa pesan, maskud, serta dari mana sinyal tersebut berasal.

Ilmuan dari Canadian Hydrogen Intensity Mapping Expreiment (CHIME) FBRs hanya menemukan bahwa adanya pola detak ledakan yang terjadi setiap 16 hari. Selama empat hari, sinyal akan melepaskan satu atau dua detakan setiap jam, kemudian akan kembali hening selama 12 hari.

Meski demikian, sekalipun polanya sulit dipelajari, ilmuan menduga sebuah sinyal radio misterius yang disebut berdetak berulang-ulang seperti jarum jam, berasal dari galaksi yang berjarak 500 juta tahun cahaya.

Pengamatan yang dikenal dengan FRBs 1890916.J0158+65 itu diamati pada 16 September 2018 hingga 30 Oktober 2019. Detak ledakan yang dikelompokkan menjadi periode empat hari ini menggunakan teleskop radio CHIME di British Columbia. Belum ada ilmuwan yang berhasil memecahkan misteri sinyal dari luar angkasa tersebut. Tahun lalu, CHIME mendeteksi adanya delapan detakan sinyal radio cepat yang berulang.

“Penemuan perioditas 16 hari dalam FRBs berulang ini merupakan petunjuk penting dari sifat ledakan sinyal radio dari luar angkasa,” tulis studi yang diterbitkan dalam server preprint arXiv tersebut.

Meskipun secara periode berbeda dengan sinyal sebelum-sebelumnya, FRB 180916.J0158 + 65 diduga memiliki kesamaan dengan FRB lainnya. Dengan begitu, dapat dikatakan sebetulnya FRB berulang pada satu siklus yang sama, hanya saja, teknologi saat ini belum dapat mendukung riset ilmiah untuk mengungkap hal tersebut.

Peneliti lain yang masih menerka-nerka sumber sinyal misterius luar angkasa tersebut mengatakan itu merupakan sistem bintang biner tipe OB berisi bintang masif dan inti bintang super padat bernama bintang neutron. Ada lagi studi yang menyebut bahwa bintang neutron terkecil di alam semesta yang merupakan sisa-sisa supernova akan memancarkan ledakan atau sinyal radio, tapi sinyalnya akan disamarkan angin secara berkala.

Terlepas dari semua hal tersebut, faktanya, teknologi yang ada saat ini memang belum memungkinkan untuk mendeteksi apa maskud dari pesan tersebut. Layaknya sandi-sandi yang dikirim dari sebuah instansi satu ke yang lainnya, sinyal tersebut bisa saja berupa sandi yang karena keterbatasan teknologi atau perbedaan peradaban dengan sang pengirim sinyal, membuat komunikasi yang coba dibangun oleh makhluk luar angkasa (sebut saja Alien) hingga kini belum membuahkan hasil.

Baca juga: Lakukan Pendaratan Darurat, Penumpang Southwest Airlines Dibuat Bingung dengan Sosok Misterius di Sayap

Para ilmuan dunia sendiri sebetulnya sudah coba mengirim kembali pesan dari bumi ke lokasi yang diduga sebagai tempat pengirim berada. Namun, lagi-lagi, keterbatasan teknologi membuat sinyal yang dikirim balik dari bumi baru akan sampai setelah sekitar 500 juta tahun mendatang. Tentu saja peradaban sudah berganti dan mungkin saja sinyal yang dikirimkan akan lebih sulit dideteksi.

Sebagaimana yang telah umum diketahui, dalam sebuah jagat raya ini, terdapat miliaran galaksi yang bernaung di rumah besar yang kalau dalam literatur Islam disebut Arsy. Dalam sebuah galaksi, terdapat miliaran pula benda-benda langit yang salah satunya bumi. Terkait sinyal misterius, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, sangat mungkin galaksi lain yang mempunyai kehidupan layaknya bumi tempat kita bernaung, coba membangun komunikasi lintas galaksi.

Leave a Reply