Eleanor Roosevelt, Kapal Ferry Express Pertama di Dunia Pakai Mesin Berbahan Bakar LNG

0
Eleanor Roosevelt, kapal ferry express dengan mesin berbahan bakar LNG pertama di dunia. Foto: Baleària

Perlombaan penggunaan bahan bakar berbasis gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) pada kapal laut akhirnya tuntas. Pemenangnya adalah Eleanor Roosevelt, yang resmi menyandang sebagai kapal ferry express dengan mesin berbahan bakar LNG pertama di dunia. Kapal tersebut dioperasikan oleh operator feri Spanyol, Baleària.

Baca juga: “Penguin Tenaga,” Jadi Kapal Bertenaga Hibrida Pertama di Singapura

“Kami ingin mempromosikan Kepulauan Balearic, tujuan yang selalu kami libatkan dan kepada warganya yang berkomitmen kuat, dengan menghadirkan kapal kami yang paling revolusioner, hijau, dan cerdas,” kata Adolfo Utor, president Baleària, seperti dikutip dari marinelog.com.

“Jumlah kursi penumpang (kapal ferry) berkecepatan tinggi pada rute ini akan bertambah 60 persen dan jumlah tempat penampungan penumpang akan menjadi dua kali lipat dari kapasitas saat ini karena kapal tersebut mampu menampung 1.200 penumpang dan 450 kendaraan,” tambahnya.

Dalam setahun, kapal yang mulai dibangun pada 2018 silam dengan empat mesin Wärtsilä 16V31DF itu diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon setara dengan menghilangkan lebih dari 8.900 mobil penumpang dari jalan atau menanam hampir 27.000 pohon.

Memastikan hal itu, konsumsi bahan bakar dan efisiensi mesin kapal buatan Astilleros Armon di galangan kapal Gijon, Spanyol, ini akan terus dipantau melalui peralatan pengukur dan sensor yang terpasang di beberapa titik, sebagai bagian dari proyek pimpinan Komisi Eropa.

Penggunaan bahan bakar LNG pada kapal laut memang tengah marak di seluruh penjuru dunia. Selain lebih ramah lingkungan dibanding solar, gas alam cair pun dapat menghemat pengeluaran hingga 30 persen, di samping mudah didapat.

Di Indonesia sendiri, regulator dan pelaku industri kapal laut juga sedang bersiap untuk memasifkan penggunaan LNG pada kapal ferry.

Secara hitungan, penggunaan LNG juga lebih hemat dibandingkan solar untuk kapal. Ia menjelaskan LNG dipatok Rp 7.000 – Rp 8.000 per liter. Sedangkan solar untuk kapal dipatok sebesar Rp 10 ribu – Rp 11 ribu per liter.

Baca juga: Star Ferry Hong Kong Disulap Jadi Kapal Pesiar Mewah Oleh Penggemar Berat

Direktur Strategi dan Pengembangan PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Syahrial Mukhtar, mengungkapkan pihaknya melihat peluang ini dan menilai bahwa LNG bisa menjadi opsi dari pilihan bahan bakar ramah lingkungan. Untuk bisa menyasar pasar kapal laut ini, PGN mempersiapkan infrastruktur untuk bisa memenuhi kebutuhan LNG kapal laut.

“Ke depan kita juga sedang siapkan juga fasilitas di Arun untuk LNG. Yang jadi target kita adalah kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka, yang kapal-kapal di jalur internasional. Kita akan isi LNG untuk mereka dari LNG yang memang kita punya fasilitas di Arun, Lhokseumauwe, Aceh,” jelasnya.