Empat Barang-barang Peninggalan Korban Tragedi 9/11, dari Logbook Pramugari-Sorban

0
Kamera Bill Biggart yang ditemukan tak jauh dari jasadnya di ground zero peristiwa 9/11. Ia adalah satu-satunya jurnalis profesional yang tewas saat meliput tragedi 11 September 2001. Foto: Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian

Hari ini tepat 20 tahun lalu, tragedi 11 September 2001 atau 9/11 menewaskan nyaris 3 ribu orang dan lebih dari 6.000 orang lainnya luka-luka. Ketika itu, empat pesawat sipil dibajak 19 teroris Al Qaeda, dimana dua di antaranya menghantam Menara Selatan dan Udara World Trade Center (WTC) New York. Tak lama berselang, dua gedung itu pun runtuh.

Baca juga: Lolos dari Maut dalam Peristiwa 9/11, Pramugara ini Dorong Troli Setara Jarak Jakarta-Pekalongan

Selain itu, dua pesawat lainnya yang dibajak, satu di antaranya berhasil mencapai target yaitu gedung Pentagon. Adapun satu lainnya gagal mencapai target US Capitol Building dan jatuh di Shanksville, Pennsylvania.

Selain meninggalkan cerita tragis dan heroik, peristiwa 11 September 2001 juga meninggalkan cerita tersendiri lewat barang-barang peninggalkan korban tewas maupun selamat.

Barang-barang itu disimpan apik di Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian. Di antara puluhan barang peninggalan tragedi 9/11, setidaknya ada empat yang menarik untuk dibahas. Untuk lebih lengkapnya sebagai berikut.

1. Kamera Bill Biggart

Kamera Bill Biggart yang ditemukan tak jauh dari jasadnya di ground zero peristiwa 9/11. Ia adalah satu-satunya jurnalis profesional yang tewas saat meliput tragedi 11 September 2001. Foto: Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian

Bill Biggart, sejatinya bukan penumpang maupun kru empat pesawat tragedi 11 September 2001 yang dibajak teroris. Bukan pula karyawan Pentagon ataupun WTC. Bill Biggart ialah seorang jurnalis foto lepas.

Pada 11 September 2001, ia sedang berjalan keliling kota bersama anjing dan istrinya. Ketika ia tahu ada pesawat yang menabrak gedung WTC, ia langsung lari pulang ke rumah dan mengambil tiga kamera serta bergegas ke Ground Zero.

Di sela-sela mewartakan , ia mengabarkan istrinya. “Saya aman. Saya bersama petugas pemadam kebakaran.” 20 menit setelahnya, gedung runtuh dan ia pun tewas seketika. Tiga kameranya ditemukan tak jauh dari jasadnya. Memori kameranya juga masih utuh. Ada lebih dari 150 gambar yang ia dapat.

Mirisnya, sebelum gedung runtuh, istrinya, Wendy Doremus, sempat berpesan ke Bill agar jangan dekat-dekat dengan gedung yang habis ditabrak pesawat.

2. Sorban Sikh Balbir Singh Sodhi

Sorban Sikh Balbir Singh Sodhi. Foto: Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian

Balbir Singh Sodhi adalah seorang imigran India yang memiliki sebuah pompa bensin dan toko serba ada di Mesa, Arizona. Ia adalah penduduk lokal yang sama sekali tak terlibat dengan peristiwa 9/11.

Namun nahas, ia ditembak mati oleh pria bersenjata karena dikira penganut agama Islam, yang notabene diasosiasikan dengan Al Qaeda, teroris dalam aksi pembajakan 11 September 2001. Padahal, ia bukan muslim melainkan penganut kepercayaa Sikh.

3. Logbook dan In-Flight Manual Pramugari United Airlines Flight 93, Lorraine Bay

logbook pramugari United Airlines Flight 93 dalam peristiwa 9/11, Lorraine Bay. Foto: Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian

Pesawat Boeing 757 United Airlines Flight 93 jatuh di Shanksville, Pennsylvania. Meski tak menghantam bangunan sebagaimana tiga pesawat lainnya yang dibajak teroris Al Qaeda, tetapi kondisinya tak kalah mengenaskan. Di balik puing-puing pesawat, tersisa logbook dan if-flight manual milik pramugari Lorraine Bay.

Baca juga: Tragedi 11 September, Mengenang Momen Keberanian Penumpang Melawan Teroris di United Airlines Flight 93

4. Potongan Pesawat Boeing 757-223 American Airlines Flight 77

Potongan badan pesawat Boeing 757-223 American Airlines Flight 77 dalam peristiwa 11 September 2001. Foto: Museum Nasional Sejarah Amerika Smithsonian

Potongan pesawat Boeing 757-223 American Airlines flight 77 yang ditabrakkan ke gedung Pentagon ditemukan di sebuah mobil yang tengah terjebak macet di sekitar gedung Pentagon. Ketika itu, sambil menikmati macet, Penny Elgas, melihat ada pesawat terbang rendah.

Pesawat akhirnya menabrak gedung Pentagon dan menariknya potongan kecil pesawat menyelinap masuk ke kursi belakang mobilnya tanpa ia sadari, entah itu masuk lewat sunroof ataupun jendela mobil.