Folding Airline Seats, Paten Airbus Paling Berguna di Masa Pandemi Corona!

0
Folding airline seats Airbus. Foto: Simple Flying

Airbus jadi salah satu perusahaan pendaftar paten atas berbagai temuan unik dan inovatif terbesar di dunia. Dari ratusan paten yang diajukan produsen pesawat asal Eropa ini setiap tahun, salah satu yang paling berpengaruh dan relevan dengan kondisi saat ini ialah folding airline seats atau bisa dibilang kursi lipat di pesawat.

Baca juga: “Re-Configurable Passenger Bench Seat,” Inovasi Airbus untuk Penumpang Obesitas

Seperti yang sudah umum diketahui, sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global Maret lalu, industri penerbangan jatuh ke titik terdalam sepanjang sejarah. Dimana-mana maskapai penerbangan mengeluh sepi dan beberapa di antaranya terpaksa bangkrut.

Kendatipun penerbangan penumpang sepi, tingginya kebutuhan peralatan dan perlengkapan medis di seluruh dunia membuat maskapai merombak total beberapa pesawat untuk melayani penerbangan hanya kargo. Namun, di beberapa kasus, kursi-kursi penumpang di kabin utama tak sampai ditanggalkan karena perubahan konfigurasi dari penumpang menjadi kargo ataupun sebaliknya. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipatif bila sewaktu-waktu penerbangan penumpang dibutuhkan.

Padahal, bila maskapai mengadopsi desain inovatif (Airbus folding airline seats) mereka tak perlu khawatir tentang hal itu. Sebab, desain kursi lipat yang ditemukan Airbus pada 2015 lalu dapat memudahkan konfigurasi dari penumpang ke kargo hanya dalam hitungan menit.

Kursi pesawat cukup dilipat dan didorong ke bagian belakang ataupun depan dengan mudah berkat bantuan guide tracks. Dengan begitu, efektivitas dan efisiensi kabin utama untuk memuat kargo jauh lebih tinggi di samping tetap bisa melindungi kemungkinan kursi rusak akibat gesekan (dengan kargo).

Maskapai juga tak perlu pusing mencari tempat untuk menyimpan kursi karena cukup diletakkan di bagian belakang atau depan kabin utama, sekalipun konsekuensinya membuat kapasitas sedikit berkurang.

Antara tempat penyimpanan kursi dengan kabin utama yang ingin dimuati kargo juga terdapat sekat partisi. Dengan begitu, maskapai tetap bisa dengan mudah menyisakan beberapa kursi -jika mereka menginginkannya- atau dalam penerbangan istilah tersebut dikenal sebagai Passenger-to-FlexCombi, seperti gambar di atas.

Baca juga: Tak Ingin Meratapi Nasib, Hi Fly Ubah Airbus A380 Jadi ‘Varian’ Kargo Pertama di Dunia

Salah satu maskapai yang mengadopsi folding airline seats atau kursi lipat pesawat temuan Airbus, Ethiopian Airlines, seperti dikutip dari Simple Flying, mengaku sangat terbantu dengan konsep tersebut. Maskapai tak perlu khawatir bila sewaktu-waktu salah satu dari penerbangan kargo ataupun penumpang sepi dan lainnya tinggi. Mereka dapat mengubah konfigurasi dengan mudah untuk mengantar kargo dan penumpang ke seluruh dunia dengan lebih ekonomis.

Sebagai informasi, sejak diajukan paten oleh Airbus pada 2015 lalu, desain folding airline seats belum banyak dilirik. Sebab, keadaan belum menuntut maskapai mengadopsi desain tersebut. Namun, dengan rendahnya frekuensi penerbangan penumpang -yang diperkirakan bakal terus berlangsung hingga satu-dua tahun mendatang- folding airline seats akan sangat dibutuhkan maskapai.

Leave a Reply