Ford Hadirkan Driver Robot untuk Uji Coba Mengemudi di Lingkungan Ekstrem

0
Pengemudi robot baru FORd dapat bertahan dalam kondisi ekstrem. Foto: Ford

Uji coba lingkungan dengan cuaca yang cukup ekstrem bila dilakukan oleh manusia bisa saja, tetapi ada risiko kesehatan yang besar nantinya. Sehingga Ford Eropa mengambil selangkah lebih maju dengan memperkenalkan driver robot.

Baca juga: Baidu Luncurkan Apollo RoboTaxi, Taksi Otonom Berbayar Pertama di Cina

Kehadiran robot tersebut bukan untuk menghemat paket pembayaran, namun sebagai cara menguji mobil di bawah kondisi lingkungan yang ekstremm tanpa mempertaruhkan kesehatan pengemudi manusia. Dilansir KabarPenumpang.com dari newatlas.com (12/8/2021), pengujian dengan robot ini lebih dari sekedar memastikan bahwa mekanik sesuai dengan spesifikasi.

Pengemudi robot mengoperasikan pedal. Foto: Ford

Di mana ini juga hadir untuk memastikan bahwa kendaraan dapat beroperasi di bawah panas, dingin, angin dan ketinggian yang ekstrem. Uji coba robot juga untuk memastikan mobil yang dibnagun dengan baik dapat beroperasi di daerah tropis, gurun, Artik dan melewati gunung dengan sedikit keggalan jika dirawat dan digunakan dengan benar.

Masalahnya adalah bahwa tes semacam itu adalah tes manusia seperti halnya mesin. Ketika sebuah mobil ditempatkan di dalam terowongan angin lingkungan dan mengalami panas yang membakar, dingin yang membekukan, dan tekanan ketinggian yang tinggi, begitu juga pengemudinya.

Ini bisa menjadi masalah yang serius karena pengemudi bisa menjadi lelah atau bahkan sakit setelah beberapa saat. Sehingga berarti bahwa pengujian hanya dapat dilakukan pada saat-saat ketika pengemudi bugar dan beristirahat. Meski begitu, orang tersebut harus dilengkapi dengan biosensor, botol oksigen, dan peralatan medis serta paramedis harus berjaga-jaga jika terjadi kecelakaan.

Semua itu berarti membutuhkan waktu dan biaya. Jadi untuk menghindari waktu dan biaya lebih, Ford telah membawa dua robot ke fasilitas pengujian Weather Factory di Cologne, Jerman. Disebut Shelby dan Miles, mereka tidak terlihat seperti pengemudi manusia, tetapi mereka mampu mengoperasikan kontrol dan meniru apa yang mereka lakukan berkali-kali.

Mereka dapat beroperasi pada suhu dari -40 °C hingga 80 °C (-40 °F hingga 176 °F), pada ketinggian alpine, dan dapat diprogram untuk melakukan gaya mengemudi yang berbeda. Dalam stand uji statis, kaki robot dapat mencapai pedal akselerator, rem dan kopling, sementara satu lengan dapat menggeser tuas persneling dan yang lainnya dapat menghidupkan dan mematikan mesin.

Baca juga: Robotaxi Ford Ditunda Peluncurannya Hingga 2022

“Kedua pembalap baru ini adalah tambahan yang fantastis bagi tim, karena mereka dapat mengikuti tes ketahanan yang menantang di ketinggian dan suhu panas. Begitu robot berada di kursi pengemudi, kami dapat menjalankan tes sepanjang malam tanpa harus khawatir pengemudi akan membutuhkan sandwich atau istirahat di kamar mandi,” kata Frank Seelig, Supervisor, Wind Tunnel Testing, Ford Eropa.