Gegara Batu di Runway, Body Pesawat Boeing 747 Singapore Airlines Berlubang

0
Singapore Airlines dan Singapore Airlines Cargo. Foto: Travel News Asia

Pasca mendarat di Bandara Internasional Brussels, pesawat Boeing 747 Singapore Airlines ditemukan berlubang atau rusak di bagian bawah pesawat dekat landing gear. Meski belum ada kepastian penyebab rusaknya bagian bawah pesawat, namun, hasil penyelidikan awal menemukan, insiden itu besar kemungkinan disebabkan oleh bebatuan yang berada di runway.

Baca juga: Dihantam Bird Strike, Hidung Airbus A380 Singapore Airlines Berlumuran Darah

Pada 26 Februari, pesawat kargo Singapore Airlines Boeing 747-400F lepas landas dari runway 36R Bandara Internasional Dallas-Fort, Amerika Serikat (AS) menuju Brussel, Belgia. Pesawat dengan nomor penerbangan SQ7951 itu dilaporkan menjalani penerbangan sembilan jam dengan mulus tanpa adanya gangguan apapun, seperti turbulensi, dan lain sebagainya.

Di hari yang sama, tepatnya pukul 16.20 waktu Belgia, pesawat berhasil mendarat juga dengan mulus di runway 25R tanpa adanya gangguan apapun. Setelah mendarat, pesawat melewati taxiway A6 dengan kecepatan tinggi sebelum meluncur ke apron. Sampai di sini, semuanya tampak biasa-biasa saja.

Akan tetapi, ketika diinspeksi oleh petugas, ditemukan sekitar empat lubang dengan diameter beragam. Lubang terbesar diperkirakan berdiameter 50 cm. Seluruhnya berada di bagian kanan belakang landing gear.

Setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), kesimpulan awal dilaporkan, besar kemungkinan lubang tersebut akibat bebatuan yang ada di runway. Bebatuan tersebut diketahui terjatuh tanpa disengaja dari truk para pekerja konstruksi. Bebatuan ini kemudian menempel di roda saat pesawat mendarat dalam kecepatan tinggi dan terhempas ke segala arah serta membuat bagian bawah pesawat hancur berlubang.

Laporan Aviation Herald yang dikutip Simple Flying, menurut data ADS-B pesawat, tidak ada masalah di runway dan taxiway Bandara Internasional Dallas-Fort dan Bandara Internasional Brussels. Pun demikian dengan NOTAM (notice to airmen) taxiway A6 serta runway 07L dan 25R. Atas dasar itulah, kemudian penyelidikan mengarah ke bebatuan dari truk pekerja konstruksi yang melewati runway.

Meskipun pesawat diketahui sudah berusia lebih dari 16 tahun serta baru saja melakoni penerbangan keliling dunia, dimulai dari Bandara Changi, Singapura, pada 21 Februari, berlanjut ke Bandara Internasional Hong Kong, Bandara Internasional Ted Stevens Anchorage di Alaska, Bandara Internasional Los Angeles di AS, Bandara Internasional Dallas-Fort, dan mengakhiri perjalanan di Bandara Internasional Brussels, tetapi, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan lubang di pesawat.

Baca juga: Pesawat Rusak Sebelum Take-Off, Penumpang Diminta Patungan Untuk Tutupi Bea Reparasi

Setelah ditemukan lubang tersebut, data menunjukkan, pesawat tertahan hampir dua hari untuk perbaikan sebelum kembali ke langit.

Singapore Airlines sendiri memang cukup mengandalkan Queen of the Skies di pasar kargo. Data dari Planespotters.net menunjukkan bahwa maskapai nasional Singapura ini memiliki tujuh 747-400 kargo. Secara kolektif, pesawat memiliki usia rata-rata 17,3 tahun, dengan usia termuda 15 tahun dan tertua 20,5 tahun.

Leave a Reply