Gelar Rapid Test, Bandara Vancouver dan WestJet Airlines Jadi Contoh Penanganan Covid-19 di Kanada

0
Ilustrasi rapid test. Foto: Emirates

Sejak pertama kali merebak pada 11 Maret lalu, wabah virus corona di Kanada belum ada tanda-tanda akan berakhir. Berbagai himbauan serta upaya medis dilakukan di seluruh sudut negara tersebut, termasuk di bandara. Belum lama ini, Bandara Internasional Vancouver, bekerjasama dengan WestJet Airlines dilaporkan bakal menggelar rapid test Covid-19 sebelum penumpang memulai penerbangan.

Baca juga: Air Canada Sebut Proses Recovery Akibat Corona Butuh Tiga Tahun

Dalam sebuah pernyataan bersama, CEO Otoritas Bandara Vancouver, Tamara Vrooman dan CEO Maskapai WestJet Airlines, Ed Sims, menyebut langkah tersebut ditempuh untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi udara. Upaya tersebut perlu diperkuat mengingat saat ini tren penerbangan di Negeri Pecahan Es itu masih belum bisa sepenuhnya pulih.

Menurut Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA), perjalanan udara ke negara itu, pekan lalu, turun 91 persen, dibandingkan dengan waktu yang sama di 2019.

“Kami bekerja dengan pemerintah dan otoritas kesehatan untuk memastikan data yang kami kumpulkan berguna untuk tujuan mereka dan kami akan bermitra dengan akademisi untuk menggabungkan keahlian kami dalam pergerakan penumpang dengan sains,” salah satu bunyi pernyataan itu, seperti dilaporkan cowichanvalleycitizen.com.

“Tim kami akan meneliti dengan cermat hasil tes untuk mempelajari bagaimana kami dapat lebih meningkatkan proses perjalanan dan mengembangkan langkah-langkah keamanan kami sesuai kebutuhan,” bunyi pernyataan lainnya.

Selain untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan transportasi udara, rapid test untuk penumpang WestJet Airlines di Bandara Internasional Vancouver juga merupakan bagian dari proyek percontohan yang diluncurkan pemerintah beberapa waktu lalu.

Saat ini, menurut Kementerian Kesehatan Kanda, Health Canada, belum ada rumah sakit, klinik, atau sejenisnya yang diizinkan melayani rapid test. Hal itu terjadi usai alat rapid test dari Spartan Biosciences, tiba-tiba ditarik dari pasaran, sebulan pasca digunakan. Setelah itu, Kanada sangat selektif mengizinkan alat rapid test yang beredar, termasuk alat rapid test dari 14 perusahaan yang saat ini tengah dikaji.

Baca juga: Bandara Vancouver Adopsi Teknologi LED Sebagai Sistem Pencahayaan di Apron

Kasus virus corona di Kanada cukup unik. Menurut otoritas kesehatan Kanada, berbeda dengan di negara lain, mayoritas kasus baru Covid-19 di negara ini berasal dari warga yang berusia di bawah 39 tahun. Oleh karenanya, mereka memperingatkan bahwa kelompok dewasa muda tidak “tahan banting” terhadap penyakit ini.

“Data pengawasan nasional baru-baru ini menunjukkan bahwa orang dewasa muda berusia 20 hingga 39 tahun menjadi sumber kasus baru tertinggi di semua usia di Kanada,” kata kepala petugas kesehatan masyarakat Kanada, Theresa Tam dalam sebuah pernyataan.

Leave a Reply