Gelontorkan Rp1,4 Triliun, Boeing Siap ‘Cicil’ Dana Santunan Keluarga Korban 737 MAX 8

0
Sumber: The Business Journals

Menanggapi pemberitaan terakhir yang menyebutkan bahwa pihak Boeing sama sekali belum memberikan ‘santunan’ terhadap korban kecelakaan pesawat jenis 737 MAX 8 yang dioperatori oleh Lion Air dan Ethiopian Airlines, pihak produsen pesawat kenamaan asal Amerika ini langsung merespon pemberitaan tersebut dan mengatakan bahwa mereka akan memberikan santunan kepada keluarga korban dengan nominal yang sudah ditentukan. Hanya saja, pemberian santunan ini bakal dilakukan secara berkala.

Baca Juga: Pasca Dua Kecelakaan 737 MAX 8, Pihak Boeing Belum ‘Santuni’ Keluarga Korban!

Seperti yang diwartakan KabarPenumpang.com dari laman reuters.com (3/7/2019), adapun nominal yang akan diberikan Boeing kepada keluarga korban adalah senilai US$100 juta atau yang berkisar Rp1,4 triliun. Pemberian santunan yang akan dilakukan secara bertahap ini nantinya akan ‘dilunaskan’ Boeing dalam jangka waktu beberapa tahun kepada pemerintah dan organisasi non-profit untuk membantu keluarga korban kecelakaan Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Menurut salah satu juru bicara Boeing, ia menyatakan bahwa santunan tersebut ditujukan untuk membantu biaya pendidikan dan biaya hidup keluarga serta kerabat korban kecelakaan pesawat Boeing 737 MAX 8. Menurut laman sumber, sebagian korban kecelakaan Boeing 737 MAX 8 ini merupakan pekerja kemanusiaan dan staf kementerian yang berkaitan dengan program lingkungan, kesehatan, dan makanan.

Terlepas dari pemberitaan buruk yang selama ini menyelimuti perusahaan kedirgantaraan tersebut, sebenarnya pemberian santunan ini bisa dibilang cukup terlambat, mengingat kecelakaan kedua maskapai ini bisa dibilang sudah cukup lama.

Tidak menutup kemungkinan juga bahwa pemberian santuan ini merupakan upaya dari Boeing untuk memperbaiki citra yang sudah kadung jelek – terutama dengan isu-isu tambahan yang menjadi topik hangat perbincangan belakangan ini, seperti penggelapan dokumentasi penjualan pesawat jenis 787 Dreamliner kepada Air Canada, pengakuan dari karyawan internal Boeing yang menyebutkan bahwa dirinya enggan naik varian 737 MAX 8 karena pengerjaannya yang bisa dibilang ‘asal-asalan’, dan sejumlah isu miring lainnya.

Baca Juga: Duh! Ternyata Boeing Pernah ‘Palsukan’ Dokumen Pembelian Varian 787 Dreamliner Air Canada

Mengutip dari laman cnnindonesia.com (4/7/2019), seorang perwakilan kerabat korban kecelakaan Lion Air, Anton Sahadi, mengatakan bahwa pihak keluarga menghargai pemberian santunan yang diberikan pihak Boeing tersebut. Namun Anton menegaskan bahwa keluarga tidak akan menghentikan tuntutan hukum terhadap perusahaan.

“Kami akan terus memperjuangkan hak-hak kami di pengadilan. Boeing melakukan ini (memberikan santunan) untuk membangun citra mereka kembali,” ujar Anton.

 

LEAVE A REPLY