Google Maps Mudahkan Pengguna Kereta dan Bus di India Dapatkan Informasi

Google Maps kini memudahkan pengguna di India untuk memeriksa stastus kedatangan kereta api, waktu perjalanan bus dan berbagai moda transportasi lainnya. Aplikasi Google Maps sendiri sudah digunakan oleh ratusan juta orang di India dan baru-baru ini memperkenalkan tiga kemampuan terbarunya.

Baca juga: Mudahkan Pengguna Kereta dan Bus, Google Maps Hadirkan Pembaruan

Fitur terbaru tersebut adalah dimana penumpang kereta bisa langsung memeriksa status kedatangan kereta api yang hendak mereka gunakan, waktu kedatangan dan perjalan bus di sepuluh kota besar India dan sarana moda perjalanan campuran dengan menggabungkan auto becak dan transportasi umum.

Untuk status kereta api, Google bekerja sama dengan Sigmoid Labs. Ini adalah startup lokal yang diakuisis tahun lalu. Dilansir KabarPenumpang.com dari techcrunch.com, Sigmoid Labs memiliki aplikasi bernama Where is My Train yang menawarkan fungsi yang sama maupun berdiri sendiri sebagai aplikasi mandiri.

Para pengguna Google Maps bisa melakukan pembaruan aplikasi dan masyarakat India bisa mendapatkan jadwal pasti kereta yang sesuai antara dua tujuan dan memeriksa keberadaannya. Diketahui, setiap hari lebih dari delapan juta orang di India naik kereta untuk bergerak antara dan melewati kota-kota kecil untuk mulai bekerja.

Untuk waktu perjalanan bus, fitur yang diperkenalkan Google untuk pertama kalinya di pasar mana pun, perusahaan mengatakan mengandalkan kombinasi dari data lalu lintas langsung dan jadwal bus umum untuk menghitung penundaan dan memberikan waktu perjalanan yang akurat. Ini tersedia di Delhi, Bangalore, Mumbai, Hyderabad, Pune, Lucknow, Chennai, Mysore, Coimbatore dan Surat.

Sedangkan penggabungan dua transportasi, maka saat penumpang menggunakan becak yang akan menggunakan bus akan diperkirakan waktunya dan naik bus dari tujuannya. Google mengatakan aplikasi Maps sekarang dapat menyarankan kepada pengguna ketika mengambil beberapa perjalanan adalah pilihan yang layak, dan memperkirakan berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan.

Aplikasi ini juga akan dapat menyarankan kapan pengguna harus beralih dari satu moda transportasi ke moda transportasi lain. Fitur ini awalnya terbatas untuk pengguna Android yang berlokasi di Delhi dan Bangalore, tetapi Google mengatakan akan segera diperluas ke kota-kota lainnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Google telah menambahkan sejumlah fitur ke Google Maps di India, beberapa di antaranya juga tersedia di pasar lain. Penambahan tersebut mencakup kemampuan untuk melaporkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas dan yang terbaru, dukungan untuk perjalanan becak otomatis.

Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk berbagi lokasi langsung mereka dengan teman dan keluarga. Akhir tahun lalu, perusahaan menandatangani kesepakatan dengan platform pemesanan tiket Redbus untuk menambahkan informasi transportasi bus antar kota.

Google tetap berkomitmen secara agresif ke India, pasar di mana diperkirakan memiliki lebih dari 300 juta pengguna. Perusahaan telah menggunakan negara sebagai tempat uji coba untuk banyak layanannya, termasuk YouTube Go dan Google Station.

Baca juga: Google Maps Hadirkan Permainan Klasik “Snake” dengan Ikon Moda Transportasi Dunia

Itu membantu Google melonjak dalam hal penggunaan. Itu, dikombinasikan dengan dominasi Android sebagai sistem operasi, telah menyebabkan penyelidikan anti-trust pada pengaruh Google di negara ini. Ternyata untuk fitur terkait dengan kereta api, di Indonesia sendiri sudah ada sejak lama, meski ketepatan waktu kedatangan kereta tak persis sama yang diberitahukan oleh Google Maps.

Tak hanya itu, di Indonesia sendiri, pengguna Google Maps juga dibantu untuk menemukan kendaraan lain seperti bus TransJakarta atau angkutan umum lainnya hingga moda transportasi online. Bahkan estimasi waktu perjalanan dan tarif pun tertera.