Hari Ini, 89 Tahun Lalu, Kapal Induk Terbang Pertama di Dunia USS Akron ZRS-4 Mulai Beroperasi

0
USS Akron (ZRS-4). Foto: NavSource Naval History

Pada hari ini, 89 tahun lalu, bertepatan dengan Selasa, 27 Oktober 1931, kapal induk terbang pertama di dunia, USS Akron (ZRS-4) milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mulai beroperasi. Satu-satunya kapal udara di dunia yang bertenaga helium ini disebut kapal induk dikarenakan kemampuannya untuk mengangkut beberapa pesawat tempur biplan F9C-2 Curtiss Sparrowhawk.

Baca juga: Hari Ini, 111 Tahun Lalu, DELAG Maskapai Pertama di Dunia Asal Jerman Resmi Berdiri

Dilansir airships.net, ide untuk membuat versi awal dari USS Macon (ZRS-5), yang beroperasi antara September 1931 dan April 1933 ini, muncul setelah Biro Aeronautika Angkatan Laut AS mengajukan proposal Five Year Plan. Pada tahun 1926, Kongres AS pun menyetujui proposal tersebut untuk memproduksi kapal udara kaku yang jauh lebih besar dari kapal udara legendaris Zeppelin.

Kapal induk terbang pertama di dunia USS Akron (ZRS-4) saat ingin merilis pesawat tempur. Foto: NavSource Naval History

Sekalipun dibangun untuk menyaingi Zeppelin, namun USS Akron (ZRS-4) diproduksi oleh Goodyear-Zeppelin Corporation, perusahaan patungan Luftschiffbau Zeppelin dan Goodyear Tire and Rubber Corporation.

Menariknya, USS Akron (ZRS-4) tak mengikuti desain Zeppelin. Hal itu dikarenakan tim desain dan konstruksi kapal udara dikepalai langsung oleh kepala insinyur Zeppelin, Karl Arnstein. Arnstein memang diketahui menolak desain konvensional Zeppelin di bawah arahan Ludwig, kepala desainer Zeppelin Company senior sejak LZ-2 tahun 1906 yang cenderung konservatif.

Desain kapal udara Zeppelin tradisional konstruksinya dibangun dari single braced girder, yang umumnya berjarak 15 meter dengan tanpa pengait di antaranya. Desain Arnstein untuk USS Akron dan USS Macon menggunakan apa yang disebut “deep rings”, yang merupakan struktur segitiga besar dengan jarak 22,5 meter.

Dengan desain itu, kapal udara buatan Arnstein diklaim lebih kuat dan tangguh. Itulah mengapa selain mampu mengangkut penumpang, USS Akron (ZRS-4) juga mampu mengakut pesawat tempur dengan sistem penggerak semi otomatis saat peluncurannya di bagian lambung kapal berbentuk hurut “T”.

Kapal udara yang digerakkan oleh Mesin Maybach VL-2 560 horse power yang dihubungkan ke empat baling-baling di sebelah kanan dan kiri kapal ini, pada pelaksanannya, dioperasikan sebagai kapal intai. Dengan stabilitas tinggi dan senyap berkat inovasi desain oleh kepala insinyur Zeppelin, USS Akron (ZRS-4) jadi armada yang cocok untuk misi pengintaian.

Namun, kapal udara ini masih terlalu besar untuk melakukan misi tersebut. Maklum, dengan panjang keseluruhan 785 kaki (239 m), kapal udara ini jadi salah satu yang terbesar dan jauh lebih besar dibanding kapal udara legendaris Zeppelin, LZ 129 Hindenburg dan LZ 130 Graf Zeppelin II memiliki panjang sekitar 18 kaki (5,5 m). Terlebih, di awal-awal penggunaannya, USS Akron (ZRS-4) belum didukung oleh skuadron tempur F9C-2 Curtiss Sparrowhawk biplane. Alhasil, misi pengintaian USS Akron (ZRS-4) berjalan tak sempurna.

Proses peluncuran pesawat tempur dari kapal induk terbang USS Akron (ZRS-4). Foto: Airship.net

Baca juga: Hari Ini, 91 Tahun Lalu, Kapal Udara R101 Buatan Inggris Pesaing Zeppelin Terbang Perdana

Barulah setelah didukung oleh F9C-2 Curtiss Sparrowhawk biplane pada Juli 1932, misi pengintaian USS Akron (ZRS-4) mulai membuahkan hasil. Namun sayang, memasuki 1933, tepatnya pada 4 April di tahun tersebut, USS Akron (ZRS-4) mengalami kecelakaan akibat dihantam badai di lepas pantai New Jersey, AS.

Nahasnya lagi, penerbangan dalam misi untuk mengkalibrasi peralatan pencari arah radio di sepanjang pantai timur laut AS itu memuat banyak perwira tinggi AS, seperti Laksamana Muda William Moffett, Kepala Biro Aeronautika Angkatan Laut, dan Komodor Frederick T. Berry, komandan NAS Lakehurst. Tak lupa, kapal juga memuat Frank C. McCord selaku komandan kapal. Tak lama setelah itu, USS Akron (ZRS-4) pun dipensiunkan oleh Angkatan Laut.

Leave a Reply