Hari Ini, 91 Tahun Lalu, Kapal Udara R101 Buatan Inggris Pesaing Zeppelin Terbang Perdana

0
Kapal udara R101. Foto: Getty

Pada hari ini, 91 Tahun Lalu, bertepatan dengan Senin, 14 Oktober 1929, kapal udara buatan Inggris, R101 terbang perdana. Selain diplot sebagai pesaing kapal udara pertama di dunia, Zeppelin, kapal udara R101 Inggris tersebut juga diplot sebagai moda transportasi untuk menghubungkan Inggris dengan koloninya di seluruh dunia di bawah proyek British Imperial Airship Scheme tahun 1920-an.

Baca juga: Gagal Saat Uji Terbang, Hybrid Air Vehicle Tidak Gentar Komersialkan Airlander 10

Dilansir BBC, ide untuk membuat kapal udara R101 pesaing Zepplein Jerman muncul atas gagasan dari AH Ashbolt, pemimpin Tasmania, salah satu koloni Inggris, pada tahun 1921. Ia mengusulkan agar kerajaan Inggris membuat perusahaan Imperial Airship Company. Namun, usulan tersebut ditolak karena dinilai tak relevan.

Setahun berikutnya, perusahaan pembuat pesawat asal Inggris, Vickers, mengusulkan hal yang sama, melalui skema pengembangan kapal udara komersial. Kapal tersebut nantinya akan menyediakan layanan penumpang untuk menghubungkan negara-negara Kerajaan Inggris. Proyek tersebut dinamai “skema Burney” diambil dari sang insiator, Dennistoun Burney.

Skema tersebut merencanakan pembuatan enam kapal udara dengan perkiraan biaya £4 juta. Seluruh kapal udara Inggris tersebut nantinya akan diproduksi dan dioperasikan oleh Vickers.

R101 saat sedang diproduksi. Foto: Culture24

Sekalipun skema Burney sudah disetujui, namun, usai pemimpin baru Inggris terpilih melalui pemilu 1922, skema tersebut ditangguhkan akibat terlalu banyak menyerap anggaran. Untuk diketahui, seluruh dana dalam produksi kapal udara Inggris itu ditanggung oleh Australia, India, dan Inggris; termasuk dari warga melalui pengutan pajak.

Dua tahun berikutnya, partai konservatif yang menguasai Inggris sejak 1922 digusur oleh partai buruh. Skema Burney pun akhirnya ditolak mentah-mentah. Namun, semangat mengembangkan kapal udara Inggris terus melaju di bawah Imperial Airship Scheme atau Skema Pesawat Kekaisaran.

Skema tersebut didesain untuk memproduksi dua kapal udara Inggris, dimana satu kapal udara “Kapitalis” bernama R100 dikembangkan oleh Vickers di bawah komando Dennistoun Burney. Adapun kapal udara lainnya, R101 “Sosialis” dirancang oleh Royal Airship Works milik Pemerintah di Cardington, Bedfordshire, Inggris.

Spesifikasi kapal udara Inggris, R100 dan R101. Foto: Tangkapan layar

Sekalipun terlihat sama, dimana kapal udara sama-sama berkemampuan mengangkut 100 penumpang sejauh 57 jam penerbangan dengan kecepatan jelajah 101 jm per jam, namun, dua kapal udara Inggris tersebut sungguh berbeda. R100 “Kapitalis” yang dikembangkan oleh Vickers hanya memanfaatkan teknologi yang ada. Adapun R101 “Sosialis” dirancang sebagai wadah inovasi ilmuan terkait desain pesawat atau kapal udara.

Setelah menjalani proses produksi sejak Maret 1924, pada 14 Oktober 1929, kapal udara R101 yang ditenagai mesin diesel berhasil terbang perdana melintasi langit London. Pada Agustus 1930, kapal udara R100 yang dibekali mesin berbahan bakar bensin menyusul keberhasilan R101 usai melahap perjalanan trans-Atlantik ke Amerika Utara, menuju Quebec, Montreal, dan Toronto pada tahun 1930 selama 78 jam.

Setelah terbang perdana, R101 mengalami pengembangan di pertengahan 1930. Namun, proses pengembangan terus-menerus gagal. Tetapi, pengembang ngotot untuk bisa sesegera mungkin menguji coba kapal udara hasil pengembangan. Usai sertifikat kelaikan udara terbit, 5 Oktober 1930 kapal udara R101 terbang menuju India. Dalam kondisi cuaca buruk, penerbangan pembuktian itu tetap dipaksakan.

Kapal udara Inggris, R101 usai kecelakaan di Perancis. Foto: Getty

Pasca tujuh jam terbang, kapal udara itu dilaporkan jatuh dan terbakar di dekat Beauvais, Perancis utara, menewaskan 48 dari 54 penumpang; termasuk Lord Thomson, ketua DPR Inggris dan VC Richmond, kepala desain R101.

Baca juga: Banyak Perombakan, Wahana Udara Terbesar Airlander 10 Siap Komersial di 2024

Akan tetapi, kecelakaan tersebut tak membuat Inggris bergeming. Di awal tahun 1931, Inggris mengajukan layanan angkutan penumpang dari Cardington ke Karachi dan Montreal menggunakan R100 dan R101 (yang sudah dikembangkan). Proposal tersebut juga diikuti dengan pengembangan R102 dan R103 yang akan beroperasi pada 1934 dan 1935.

Keempat kapal udara tersebut akan menawarkan layanan pulang pergi bulanan ke Montreal dan Karachi, serta layanan mingguan ke Ismailia, Mesir. Layanan kapal udara ke Australia juga bakal dijajaki pada tahun 1936, bersamaan dengan sebuah kapal udara yang lebih besar, R104. Sayangnya, sebelum hal itu terwujud, pada 31 Agustus 1931, Kabinet Inggris memutuskan untuk meninggalkan pengembangan dan mengakhiri cerita kapal udara Inggris.

Leave a Reply