Hidup di Jalan, Pasangan Muda Rombak Bus Tua Jadi Rumah

0
Bobbi Jo Brown dan Riley Zimmer memiliki rencana besar untuk bus antar-jemput yang mereka ubah menjadi sebuah rumah kecil di atas roda di London. Foto: Mike Hensen/The London Free Press

Sekitar satu bulan, pasangan muda ini mengubah bus antar jemput tua menjadi rumah kecil dan berangkat untuk petualangan di seluruh negeri. Pasangan itu ialah Bobbi Jo Brown dan Riley Zimmer yang membeli bus dari perusahaan perbaikan dan penjualan mobil pada Mei. Yang mana kemudian, keduanya mengerjakan proyek tersebut sejak bus dibeli.

Baca juga: Habiskan Rp10 Juta, Pria Asal Malaysia Ubah Daihatsu Hijet S85 Jadi Campervan

“Saya bekerja di bidang konstruksi, jadi saya tahu banyak tentang bangunan, dan saya juga memiliki sumber daya untuk membangun. Saya juga berhasil mengambil banyak potongan dari bahan daur ulang dan membangunnya ke dalam bus kami,” kata Zimmer yang dikutip KabarPenumpang.com dari lfpress.com (29/8/2021).

Foto ‘sebelum’ ini menunjukkan interior bus antar-jemput yang telah diubah oleh pasangan London menjadi rumah mungil di atas roda. Foto: Submitted

Zimmer yang berasal dari London dan Brown dari Jerman bertemu ketika bepergian ke Selandia Baru sekitar tiga tahun lalu. Setahun kemudian, di Australia mereka diperkenalkan untuk hidup di sebuah van.

“Kami tinggal di sebuah van selama setahun dan melakukan perjalanan keliling negeri. Kami menyukainya. Itu cukup kecil, jadi kali ini, kami ingin sedikit menambah ukuran,” kata Brown.

Bus yang dibeli dan diubah oleh keduanya adalah sebuah van cutaway Ford Econoline E-350 2005 yang memiliki panjang enam meter dengan ruang tamu empat meter. Van itu dibeli dengan harga sekitar US$7000 (Rp99 juta). Zimmer mengatakan sistem energi surya, pipa ledeng, kayu dan bahan lainnya berjumlah sekitar US$5000 (Rp71 juta).

“Kami mungkin menghabiskan banyak uang, tetapi tidak setengah dari yang Anda bayarkan untuk uang muka rumah. Tidak ada hipotek dan tidak ada sewa. Dalam jangka panjang, itu cukup layak,” katanya.

Pasangan ini telah memasang lantai baru, dinding dan bingkai kamar mandi serta sekarang menambahkan sistem pipa ledeng dan juga dalam pengerjaan adalah tangki air dan sumber energi terbarukan 400 watt. Harapan Brown adalah untuk merancang bus yang dapat memungkinkan mereka melakukan perjalanan selama dua minggu “off the grid” dengan makanan segar.

Keduanya berencana untuk membuat pemberhentian pertama mereka di British Columbia, di mana mereka memiliki pekerjaan yang disiapkan untuk musim dingin sebagai pembuat salju dan petugas lift ski. Kemudian mereka berangkat ke Pantai Pasifik di AS sembari menunggu perbatasan darat dibuka kembali.

Zimmer, yang juga seorang penyanyi-penulis lagu, berencana untuk menggunakan waktu di jalan agar fokus pada musiknya untuk “tur dan hidup pada waktu yang sama.”

“Itulah mengapa kami sangat senang melakukan ini, karena tidak harus terjebak dalam pekerjaan atau situasi yang tidak kami sukai. Agak klise untuk dikatakan, tetapi jika segala sesuatunya tidak berhasil di suatu tempat, kita selalu dapat tiba di tempat lain dan memulai dari sana,” kata Zimmer.

Baca juga: Dembell Motorhome, Desain ‘Kapal Pesiar’ dengan Sasis Mercedes Tiga Gandar

Sejak memulai proyek pada bulan Mei, Brown dan Zimmer telah mendokumentasikan setiap tahap di saluran YouTube mereka, yang disebut VagaBonVoyage.